Mohon Tunggu Sebentar

loading icon

Masa depan harus dipersiapkan sedini mungkin, baik masa depan pribadi ataupun masa depan keluarga. Agar segala hal di masa depan dapat terjamin dengan baik, keuangan Anda harus mulai diatur. Rencanakan pengaturan keuangan Anda dengan baik dengan cara menyisihkan sebagian uang untuk disimpan.

Uang yang disisihkan bisa disimpan dalam bentuk tabungan ataupun investasi. Ada berbagai program tabungan serta investasi jangka panjang yang bisa Anda pilih. Kali ini akan diulas mengenai tips menabung dan menginvestasi saham untuk pemula agar Anda tak kebingungan. Simak terus ya!

Tips Menabung dan Menginvestasi Saham untuk Pemula

Menabung menjadi berat jika Anda tidak memiliki niat yang cukup serta cara yang tepat. Begitu pula dengan menginvestasi saham. Ada beberapa investasi yang berujung pada penipuan. Bagi pemula yang tidak berhati-hati, bisa terjebak dalam iming-iming investasi palsu.

Beberapa tips menabung dan menginvestasi saham untuk pemula yang dapat menjadi panduan bagi Anda. Bahasan pertama adalah tentang bagaimana kiat menabung yang baik dan berkelanjutan.

  1. Buat Rencana Tabungan

Ada berbagai macam tabungan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pilihlah sesuai kondisi keuangan Anda. Ada pula jenis tabungan yang tidak mengizinkan penarikan uang hingga batas waktu tertentu. Jenis ini akan menjaga simpanan Anda tetap aman.

 

  1. Sisihkan Uang

Setelah Anda menerima gaji, sisihkan gaji Anda untuk dimasukkan dalam tabungan. Jangan sampai gaji Anda digunakan untuk berbelanja terlebih dahulu, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak. Setelah uang Anda disisihkan, barulah Anda menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.

 

  1. Kurangi Pengeluaran

Bagi Anda yang belum lama bekerja, tentunya gaji Anda belum terlalu banyak. Namun, Anda harus memulai menabung untuk mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang. Selagi kebutuhan belum terlalu banyak, tahan pengeluaran Anda kecuali untuk kebutuhan pokok.

 

Menginvestasikan saham merupakang cara yang bagus untuk mengoptimalkan asset yang Anda miliki. Saham sendiri merupakan simpanan jangka panjang yang sangat menguntungkan. Namun, jangan sampai Anda tergiur dengan investasi tidak resmi. Investasi semacam itu biasa menawarkan keuntungan yang sangat melimpah.

Sebelum Anda mulai bermain saham, pahami seluk beluknya agar Anda tidak menyesal di kemudian hari. Semakin paham tentang saham, maka Anda akan semakin lihai bermain saham. Untuk menginvestasi saham, Anda perlu mengetahui beberapa hal dibawah ini

  1. Melakukan Konsultasi

Sebelum Anda memutuskan untuk menginvestasi saham, alangkah baiknya jika Anda melakukan konsultasi. Selain berkonsultasi, pantau perkembangan perusahaan yang Anda incar. Anda bisa mendapatkan informasi terkait prospek dan profil perusahaan melalui web Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

Transaksi saham dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu jasa sales broker atau pialang saham serta melalui perusahaan broker. Selektiflah dalam memilih perusahaan broker. Daftar perusahaan yang bonafide terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan broker berperan sebagai Penjamin Emisi Efek atau Perantara Pedagang Efek.

 

  1. Menanam Beberapa Saham

Menamam saham hanya 1 jenis dapat menimbulkan kerugian saat perusahaan yang Anda pilih sedang merosot. Investasikan beberapa saham, jadi jika salah satu saham Anda merosot, Anda masih bisa mengambil keuntungan dari saham lainnya.

 

Jangan sampai seluruh dana yang Anda miliki ditanam di 1 saham saja. Bagi dana Anda untuk ditanamkan pada 2 sampai 3 macam saham. Jika salah satu nilai saham jatuh, Anda masih memiliki peluang di saham lain.

 

  1. Memahami Resiko Saham

Yang paling utama adalah Anda harus memahami resiko saham. Selain mendatangkan keuntungan, ada resiko besar yang menanti. Resiko ini berupa resiko internal dari saham itu sendiri dan resiko eksternal. Resiko eksternal ini yang sukar dikendalikan, yakni berupa kondisi ekonomi global, nila tukar mata uang dan kebijakan pemerintah.

Itulah tips menabung dan menginvestasikan saham untuk pemula. Selamat mencoba ya!

Leave a reply

Investasi merupakan salah satu aset yang sangat penting untuk masa depan. Investasi berbeda dengan tabungan biasa. Usia yang biasa menanam investasi adalah usia kepala 4 dengan gaji yang stabil. Sebenarnya  investasi ini bisa dimulai pada usia berapa pun, hanya saja jenis investasi yang diambil berbeda-beda sesuai usia.

Kebutuhan masing-masing orang tentunya berbeda tergantung pada tahapan hidupnya. Tahapan hidup ini bisa dilihat dari usianya. Apakah Anda sudah mengenal macam-macam kebutuhan Anda baik saat ini maupun masa depan? Apa saja jenis investasi berdasarkan usia? Simak di ulasan berikut ini. Akan diulas mengenai tips investasi pemula sesuai dengan usia.

Tips Investasi Pemula Sesuai dengan Usia

Investasi sebaiknya dilakukan sedini mungkin karena pasti akan berguna untuk masa depan Anda. Investasi ini akan dinikmati di masa depan, bukan baru akan dilakukan di masa depan. Sebelumnya, Anda harus mengenal jenis kebutuhan dalam beberapa jangka waktu. Jika Anda sudah mengetahui kebutuhan Anda serta perkiraan hal mendesak, Anda bisa mengetahui jenis investasi dengan cepat.

Jika Anda masih bimbang dalam menentukan, jangan khawatir. Berikut adalah tips investasi bagi pemula sesuai dengan usia. Tips dibawah ini akan diulas berdasarkan usia, dimulai dari kisaran usia 20 tahun yang sudah terbilang dewasa hingga usia diatas 50 tahun.

  1. Kisaran Usia 20 Tahun

Umumnya orang berusia di kisaran ini belum memiliki keuangan yang stabil, apalagi jika baru lulus dari sekolah baik formal maupun non formal. Kisaran usia ini khususnya yang masih tinggal bersama orangtuanya biasanya belum memiliki beban biaya selain diri sendiri.

 

Oleh karena itu, sangat tepat untuk memulai investasi pada usia ini, karena dana yang diinvestasikan bisa mencapai 60-70% dari pendapatan. Investasi ini dapat digunakan untuk biaya masa depan, misalnya biaya rumah tangga ataupun pernikahan.

 

  1. Kisaran Usia 30-40 Tahun

Kisaran usia 30-40 tahun biasanya sudah mapan secara finansial. Tak jarang sudah memiliki keluarga kecil atau akan menikah dalam waktu dekat. Beban pengeluaran mulai bertambah, karena tak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

 

Angka pengeluaran pun semakin tinggi, meliputi kebutuhan pokok, sekunder hingga tersier. Oleh karena itu, dana yang dikeluarkan untuk investasi biasanya berkisar antara 30% hingga 50%. Jenis investasi yang layak dicoba adalah reksa dana, dana pendidikan dan kesehatan. Pada usia ini juga Anda bisa mulai mempersiapkan dana hari tua.

 

  1. Kisaran Usia 50 Tahun

Usia 50 tahun memang terbilang cukup lanjut untuk memulai menyiapkan investasi. Namun taka da salahnya tetap menanam investasi. Hal ini sangat diperlukan agar Anda bisa tetap mandiri dalam menjalani hari tua, modal berbisnis sampingan ataupun menopang anak cucu Anda. Selain itu, investasi hari tua juga dapat dialokasikan untuk perjalanan ibadah.

 

  1. Kisaran Usia 60 Tahun

Anda dapat mengelola keuangan Anda dengan bantuan penasehat keuangan pribadi. Namun, Anda juga dapat mencoba mengelolanya sendiri asalnya Anda berniat untuk mempelajari dengan tekun, berapapaun usia Anda.

Aturlah keuangan Anda sejak dini. Jika perlu, buat daftar prioritas hal-hal yang ingin Anda capai dalam jangka waktu tertentu. Hal-hal tersebut bisa Anda bagi dalam jangka pendek (5 tahun), jangka menengah (10 tahun) dan jangka panjang (lebih dari 10 tahun).

Itulah tips investasi pemula sesuai dengan usia. Silahkan sesuaikan dengan usia Anda. Kuatkan niat Anda dan taati setiap langkah dalam berinvestasi. Hati-hati dengan penawaran investasi yang tampak menggiurkan karena biasanya berakhir pada penipuan. Selamat mencoba ya!

Leave a reply