Mohon Tunggu Sebentar

loading icon

Ibarat peribahasa sedia payung sebelum hujan, dana darurat terutama jika terjadi bencana perlu disiapkan jauh-jauh hari.  Maklum, sebagai manusia kita  tidak bisa memprediksi kapan bencana datang dan kita  butuh dana darurat. Dalam situasi genting, kita  pasti tidak memiliki  banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Termasuk dari  sisi kesiapan keuangan. Jika  situasi tidak memungkinkan untuk meminjam dari orang lain, maka diri sendiri lah yang dapat menolong. Oleh  karena itu sebelum terlambat, kita  patut memperhitungkan dana darurat dalam pengelolaan keuangan sedini mungkin. Perencana Keuangan dari  Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho, sebagaimana dikutip dari  CNN Indonesia, menjelaskan dana darurat berbeda dengan pos tabungan dan investasi. Tabungan dan investasi mempunyai tujuan spesifik serta waktu penggunaan dana terukur. Semisal, untuk tabungan pendidikan sekolah anak, pensiun hari  tua, dana kesehatan yang digunakan ketika sakit, dan sebagainya. Sedangkan kondisi darurat merujuk kepada hal-hal yang tidak diinginkan tetapi bisa jadi menimpa kita  kapan saja, seperti; bencana alam, kebakaran, dan musibah lainnya yang tidak terduga. “Untuk dana darurat kita  siapkan tapi kita  tidak tahu kapan dan untuk tujuan apa akan kita  gunakan,” jelas  Andy. Andy menyatakan sebaiknya dana darurat disimpan secara terpisah dari tabungan dan investasi. Tujuannya, menghindari penggunaan dana darurat untuk kepentingan di luar  kondisi mendesak. Idealnya, lanjut  Andy, setiap orang memiliki  dana darurat sebesar tiga kali penghasilan bulanan. Jumlah itu ditujukan bagi orang yang belum berkeluarga atau masih single. Sedangkan untuk yang sudah berkeluarga, jumlah dana darurat tentu lebih  besar. Idealnya, sebesar enam kali penghasilan bulanan. Uang itu tidak boleh dikeluarkan untuk kepentingan yang sifatnya tidak mendesak. Jumlah dana darurat memang tidak kecil, tetapi kita  tidak perlu khawatir. Kita bisa menyiapkannya sedikit demi sedikit dari  penghasilan bulanan.

Untuk alokasi untuk dana darurat, Andy mengatakan, sebesar 10 persen harus disisihkan dari  penghasilan bulanan. Itu berarti, karyawan yang memiliki  gaji Rp7  juta  per bulan seyogyanya menyisihkan Rp700 ribu  untuk dana darurat. Selain 10 persen untuk dana darurat, orang juga  bisa menyisihkan sebesar 10 persen untuk tabungan dan investasi, 10 persen untuk kepentingan pengembangan diri, 10 persen untuk hal yang sifatnya hiburan, dan 5 persen untuk kegiatan yang bersifat sosial. “Lalu sebanyak 55 persen untuk kebutuhan hidup dalam sebulan,” jelas  Andy. Andy memaklumi jika dana darurat kerapkali terlewat dalam anggaran bulanan. Untuk itu ia memberikan tips  agar kita  membayangkan dan memahami potensi risiko  dalam kondisi mendesak tanpa memiliki  kecukupan keuangan. Hal itu tentunya akan membebani diri kita  sendiri. “Jadi kemalasan untuk mempersiapkan dana darurat bisa dilawan dengan kekhawatiran terhadap hal buruk yang akan terjadi kalau kita  tidak sisihkan dari  sekarang,” kata Andy.

Perencana Keuangan dari  Tatadana Consulting Tejasari Asad memiliki pandangan yang serupa. Ia mengatakan dana darurat harus dibedakan dengan uang tabungan dan investasi. Pemisahan ini bertujuan agar dalam keadaan darurat kita  sudah siap secara finansial tanpa mengurangi porsi dana lainnya, seperti dana kesehatan, pendidikan, dan pensiun. Skenario terburuk, kata Tejasari, jika kita  memakai dana pendidikan saat kondisi darurat, maka setelah masalah tuntas justru kita harus menyisihkan dari  nol untuk tabungan pendidikan. “Dengan adanya dana darurat kehidupan kita  berjalan normal setelah kondisi darurat bisa kita  lewati,” kata Tejasari.

Penyimpanan dana darurat bisa dilakukan pada beberapa instrumen keuangan, dengan catatan dana darurat disimpan pada instrumen yang mudah dicairkan saat kondisi genting. BPR Weleri Makmur memiliki  berbagai produk tabungan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyimpan dana darurat, misalnya Tabungan Smart, Tabungan Makmur, maupun Tabungan Rencana. Selain itu juga  ada tabungan masyarakat berhadiah (Tamasha) yang membantu masyarakat agar disiplin  menabung, pun dapat dijadikan agunan pinjaman ketika ada kebutuhan mendesak. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a reply

 

Virus corona tak hanya menginfeksi manusia. Dampak dari virus ini turut menginfeksi ekonomi global termasuk domestik. Dengan kondisi ini, masyarakat harus lebih hati-hati dalam menginvestasikan dana mereka. Salah-salah bukan untung yang didapat, tapi buntung.

Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Budi Rahardjo mengatakan di tengah kondisi tersebut masyarakat memang sebaiknya menjauhi pasar saham. Pasalnya, kondisi ekonomi sedang diliputi ketidakpastian. Langkah tersebut perlu dilakukan karena investasi saham berisiko tinggi.
“Saham bergerak sangat fluktuatif. Pergerakannya bisa naik dan turun hingga 20 persen dalam jangka pendek,” ujar Budi sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com.

Budi menyarankan agar masyarakat mendiversifikasi investasi mereka ke instrumen berisiko rendah, seperti emas, obligasi, dan deposito. Emas sejak dulu memang sudah terkenal sebagai investasi yang menjadi pelarian pasar untuk berinvestasi.

Selain emas, masyarakat juga bisa mengalihkan investasi mereka ke obligasi. Harga obligasi umumnya meningkat jika ada sentimen negatif di pasar. Namun, tingkat imbal hasil obligasi akan berbanding terbalik dengan harga. Jika harga menguat, maka imbal hasil obligasi akan turun.

Deposito juga merupakan alternatif dalam berinvestasi ketika ekonomi sedang lesu. Budi mengakui, deposito menawarkan keuntungan kecil tetapi lebih pasti. Deposito menjadi pilihan tepat untuk menghindari risiko, namun tetap menguntungkan.

Sementara itu, Perencana Keuangan Zelts Consulting Ahmad Ghozali mengatakan pemindahan dana dari investasi berisiko tinggi ke risiko yang lebih rendah bukan untuk mencari keuntungan. Langkah tersebut perlu dilakukan demi membatasi kerugian.

“Memindahkan dana dari investasi berisiko tinggi ke safe haven tujuannya bukan untuk menarik keuntungan, karena sulit memperkirakan berapa imbal hasilnya di tengah ketidakpastian seperti ini,” terang Ahmad.

Sama seperti Budi, ia juga menyarankan masyarakat berinvestasi ke produk yang lebih aman saat ekonomi sedang tak pasti dan menghindari instrumen investasi yang fluktuatif seperti saham.
Sebagai lembaga perbankan, BPR Weleri Makmur (BPR WM) juga memiliki produk deposito.

Nasabah dapat memilih jangka waktu deposito, mulai dari 1 bulan hingga 3 tahun. Suku bunga yang ditawarkan saat tulisan ini dibuat adalah mulai 6,5 persen hingga 8,25 persen per tahun tergantung jangka waktu yang dipilih.
Dari segi keamanan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan di BPR hingga 2 milyar pada simpanan dengan bunga maksimal 8,25 per tahun. Jadi nasabah tidak perlu khawatir, karena dana aman dijamin oleh pemerintah.

Untuk membuka rekening deposito, nasabah dapat memilih cara mudah, yaitu mengajukan secara online di bprwm.co.id. Nasabah cukup mengisi aplikasi pembukaan rekening deposito, kemudian akan dilakukan tindak lanjut oleh petugas.

Leave a reply

 

Fenomena perubahan gaya transaksi jual beli ini dikenal dengan istilah  cashless society (masyarakat tanpa uang tunai). Seperti yang terlihat, istilah  tersebut merujuk pada kondisi masyarakat yang lebih  memilih  untuk menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi barang dan jasa dibandingkan dengan uang fisik. Menurut survei yang dilakukan oleh LinkedIn  dan Ipsos Reid  pada 2015,  51 persen generasi milenial  membayangkan transaksi di masa depan akan berlangsung secara cashless. Hasil tersebut didapatkan dari  9.200 total responden pengguna internet dari  10 negara yang berbeda dan terdiri dari  generasi milenial  dan generasi X. Lalu bagaimanakah generasi milenial seharusnya bersikap dalam menghadapi perubahan gaya dalam bertransaksi ini? Menurut perencana keuangan,Eko Endarto, sebagaimana dikutip dari laman kumparan.com menguraikan tanggapannya seputar fenomena cashless society ini. Eko menyebut sistem cashless  sebenarnya memiliki  beberapa keunggulan, misalnya, transaksi yang lebih  detail, lebih  aman, serta lebih  mudah. Selain itu, perkembangan teknologi sangat mempengaruhi generasi milenial  untuk menjadi cashless. “Teknologi membuatnya mau tidak mau pasti akan lanjut, zaman mereka pasti nontunainya pasti lebih  banyak karena mereka dikasih dari  orang tua pun tidak pernah lagi sekarang tunai kan,  sudah main  transfer-transfer aja. Sejak lahir sudah ada ATM, kita  dulu  kan  belum,” ujarnya.

Meski demikian, Eko menilai fenomena cashless ini tidak berpotensi membuat generasi milenial  menjadi boros. Hanya saja, hal ini cenderung membuat milenial  menjadi tidak mengerti nilai (value) uang yang dimilikinya, karena nilai uang itu sendiri saat ini menjadi agak kabur. “Boros sih nggak, tapi  kadang-kadang mereka tidak mengerti value uangnya. Ya, jadi kadang-kadang mereka menganggap angka 100  (rupiah) sama dengan angka 100  ribu,  sama dengan 1 juta  nih, dalam hal membelanjakannya, karena nilai uangnya jadi agak kabur nih ketika kita menggunakan cashless karena kan sekadar angka, sekedar nolnya banyak, ya  kan? Dulu kan  kita  bikinnya warnanya berbeda, ada koin  ada kertas. Sekarang ya  sekadar belanja aja,”  jelas  Eko. Maka  dari  itu, Eko juga  menyarankan agar generasi milenial  tidak hanya menggunakan uang yang dimiliki untuk berbelanja saja. “Sebaiknya, selain menggunakan uang untuk belanja, mereka juga  harus punya produk investasi,” jelasnya. Eko sendiri menjelaskan kalau saat ini terdapat banyak bentuk investasi yang bisa dimiliki oleh generasi milenial dengan cukup mudah. Beberapa di antaranya seperti tabungan berjangka, bermain saham online, reksa dana, serta membeli emas. [LAU]

 

Leave a reply

Dunia kesehatan akhir-akhir ini telah tergerak oleh munculnya virus yang disebut corona. Penyebaran virus dari Cina tidak hanya membuat orang sakit, tetapi juga membuat ekonomi sengsara. Direktur penelitian Pusat Reformasi Ekonomi (INTI), Piter Abdullah, mengatakan bahwa virus mahkota memiliki efek berbahaya pada ekonomi yang wilayahnya terpengaruh, terutama di China sendiri.

Virus Corona tetap menjadi perhatian pasar, tetapi penurunan dalam hasil atau tingkat pengembalian obligasi AS, khususnya jangka waktu 10 tahun, pada level terendah sejak 10 Oktober 2019 sebesar 1,6 persen, dapat mendorong penguatan nilai tukar pasar negara berkembang , termasuk Indonesia.

Menurut Ariston (The Fed), penurunan yield obligasi AS. UU Itu karena pembelian besar-besaran yang disebabkan oleh virus korona dan juga karena harapan kebijakan Federal Reserve AS. UU Bahwa Federal Reserve masih longgar pada tahun 2020.

The Fed akan memberikan keputusannya pada kebijakan moneter pada hari Rabu, 29 Januari, waktu setempat. Ariston memperkirakan bahwa rupee akan bergerak hari ini sekitar 13.600 per dolar menjadi 13.640 per dolar.

Bank Indonesia mendaftarkan modal asing yang masuk ke Indonesia melalui pembelian surat berharga negara (SBN) yang mencapai Rp3,8 miliar hingga 23 Januari 2018. Namun, arus keluar modal di pasar saham juga terjadi sebesar Rp980 satu miliar

Gubernur BI (Bank Indonesia), jelas Perry Warjiyo, capital outflow terjadi karena kondisi geopolitik global dan pecahnya virus korona. Ini ditunjukkan oleh penurunan harga saham.

Image result for virus corona mempengaruhi ekonomi indonesia

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta seluruh pelaku ekonomi untuk mewaspadai dampak penyebaran virus mahkota yang berasal dari Tiongkok pada stabilitas sistem keuangan dan ekonomi Indonesia. Karena kekhawatiran pemain pasar tentang coronavirus adalah perasaan yang mempengaruhi pergerakan saham dan nilai tukar mata uang di pasar internasional.

Di Indonesia, virus mahkota Tirai Bambu setidaknya mengkhawatirkan peserta pasar. Akibatnya, penyebaran virus ini telah menjadi sentimen untuk perdagangan mata uang dan emas.

Nilai tukar rupee melemah menjadi 0,04 persen dari Rp13.669 menjadi Rp13.675 per dolar pagi ini. Selain itu, harga emas Antam turun Rp2.000 dari Rp771 ribu menjadi Rp769 ribu per gram.

Leave a reply

Beberapa waktu lalu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengajukan proposal untuk mengembalikan fungsi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke Bank Indonesia (BI). termasuk Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Secara tidak langsung, DPR mengusulkan agar OJK dibubarkan.

Ini karena kemunculan kasus Jiwarasa. Diketahui, Jiwasraya menjadi perhatian publik. Perusahaan tertinggal dalam pembayaran klaim sebesar Rp802 miliar untuk produk-produk tabungan pada Oktober 2018. dikarenakan perusahaan memiliki masalah likuiditas.

Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan lemahnya pengawasan OJK yang mengarah pada kasus Jiwarasa, yang merugikan beberapa game hampir 1T.

Sebelumnya, anggota Komisi III RPD RI, M. Husni, mempertanyakan peran OJK dalam kasus Jiwasraya. Dia mengatakan bahwa JS Saving Plan tidak dapat dilakukan tanpa mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Husni mendesak Kantor Kejaksaan Agung untuk menyelidiki kelalaian OJK. Menurutnya, ini harus digali, sehingga diketahui siapa yang bertanggung jawab. Selain itu, ia juga melihat perlakuan OJK yang berbeda untuk Jiwasraya dibandingkan dengan masalah lain.

Namun Lana mengatakan OJK saat ini telah melakukan pengawasan yang memadai. Namun, kasus Jiwasraya dimainkan dengan baik oleh pihak internal. “Ini seperti rumah, OJK telah mencari, sudah memasang CCTV, sudah menggunakan semua kabel listrik, tetapi pencuri itu ahli,” kata Lana.

Image result for kasus jiwa rasa

Selain itu, kasus Jiwasraya adalah kasus lama. Menurut Lana, OJK sebagai lembaga pengawas juga telah memperingatkan Jiwasraya. Namun, Lana menyarankan agar OJK di masa depan bisa lebih ketat dalam pengawasan.

Bentuk Panja Jiwasraya, akankah tumpang tindih? Meski begitu, Lana menyarankan agar OJK di masa depan bisa lebih ketat dalam pengawasan. “Mungkin di masa depan OJK perlu lebih disiplin tentang SOP itu sendiri. Jika SP3 belum pernah terkena SP3, ibu, jika SP3 tiba, akan segera mengambil tindakan tegas di depan perusahaan sesegera mungkin,”

Melihat bahwa ada sesuatu yang salah dengan OJK, Eriko mengatakan ada kemungkinan mentransfer fungsi pengawasan seperti yang dilakukan di Inggris. Berkenaan dengan hal ini, akan dibahas nanti di Panja.

Selain itu, ia juga berbicara tentang peraturan Bank Indonesia dan OJK. Ada beberapa poin peraturan yang harus ditinjau untuk menghindari penyimpangan. Menurutnya, rencana mengembalikan fungsi OJK ke BI telah dibahas secara internal di Komisi XI DPR.

Leave a reply

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menghentikan program bantuan Selisih Bunga (SSB) untuk Pinjaman Perumahan Rakyat (KPR) mulai tahun 2020. Ini karena beban pajak sangat tinggi karena pemerintah harus menanggung perbedaan bunga selama periode kedaluwarsa 20 tahun.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto, menjelaskan bahwa anggaran untuk SSB masih dialokasikan untuk tahun 2020, tetapi tidak untuk menerbitkan hipotek baru. Anggaran tersebut digunakan untuk membayar selisih tarif hipotek untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR) yang telah berjalan.

Menurut Eko, skema pembiayaan KPR SSB telah menjadi beban pajak bagi pemerintah. Alasannya adalah bahwa pemerintah harus menanggung subsidi bunga untuk jangka waktu hingga 20 tahun.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa pangsa SSB pada 2019 menurun secara dramatis dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terkait dengan besarnya beban pajak akibat masa jabatan yang harus ditanggung pemerintah.

Data dari Kementerian PUPR menunjukkan bahwa pada tahun 2018 kuota SSB mencapai 225.000 unit, tetapi hanya 202.787 unit yang dibuat. Kuota menurun drastis lebih dari setengahnya pada 2019 menjadi hanya 100.000 unit.

Image result for Alokasikan Anggaran Subsidi Selisih Bunga KPR 2020

Orang-orang yang ingin mengajukan KPR bersubsidi dapat memilih skema pembiayaan lain, melalui Layanan Likuiditas untuk Pembiayaan Perumahan (FLPP). Meskipun skema ini berbeda, masih menyediakan layanan bantuan untuk penerima KPR bersubsidi.

Selain itu, Pemerintah saat ini sedang mengembangkan skema untuk memenuhi pembiayaan perumahan untuk ASN, TNI atau Polri bagi mereka yang berpenghasilan di atas Rp8 juta. Skema distribusi Kredit Perumahan Publik adalah melalui distribusi KPR ASN, TNI atau Polri, di mana Bank Distribusi bekerja sama dengan Bendahara Gaji di Kementerian atau Lembaga terkait yang bertanggung jawab untuk mengurangi upah dari pembayaran dalam angsuran KPR.

Karyawan plat merah dapat menunjukkan hipotek ke bank penyalur. Kemudian, Channeling Bank menyalurkan KPR kepada debitor dan menjualnya kepada PT.SMF untuk membayarnya dengan dana jangka panjang. Sedangkan aset KPR ada di PT. SMF dijual dalam bentuk EBA / Covered Bond KPR ASN / TNI / Polri ke pasar modal.

Leave a reply

Nilai tukar Rupiah berada pada level Rp. 14.060 per dolar AS (AS) Di pasar spot, Jumat (11/1) pagi. Posisi tersebut melemah 17,5 poin atau 0,12 persen dibandingkan dengan penutupan sore hari Kamis (31/10), Rp14.042,5 per dolar AS.

Pada hari Rabu (18/12/2019), Rupiah dibuka di 14.000 per dolar AS, melemah dibandingkan dengan penutupan operasi sebelumnya di 13.994 per dolar AS. Pada siang hari, Rupiah terus melemah di 14.007 per dolar AS.

Sementara berdasarkan Tingkat Referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Kurs Dolar Antar Bank (Jisdor), Rupiah ditetapkan pada 14.007 per dolar AS, lebih kuat dibandingkan dengan patokan hari sebelumnya sebesar 14.018 per dolar Amerika.

Image result for kesepakatan dagang as kekang rupiah

Sebagian besar mata uang di wilayah Asia menguat terhadap dolar AS. Yuan Tiongkok naik 0,23 persen, yen Jepang 0,07 persen dan pemandian Thailand 0,0,03 persen. Penguatan juga terjadi di ringgit Malaysia dan dolar Singapura masing-masing 0,02 persen.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Lawrence Larry Kudlow mengatakan bahwa Presiden Trump dan Presiden Cina Xi Jinping akan menandatangani perjanjian pada awal Januari. Setelah itu, Amerika Serikat dan China akan memulai negosiasi perdagangan damai tahap II.

Leave a reply

Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investor Service mengatakan sektor perbankan sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian global. Namun, bank-bank Indonesia masih dianggap memiliki resistensi atau resistensi di tengah krisis global.

Bank-bank Indonesia masih tahan terhadap ancaman krisis. Ini didasarkan pada simulasi krisis (stress test) yang dilakukan oleh Moody’s. Dia menjelaskan, ketahanan bank Indonesia bisa dilihat dari net interest margin (NIM). Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa posisi NIM berada pada level 4,9 persen pada Agustus 2019. Ia menjelaskan bahwa resistensi bank Indonesia terlihat dari tingkat net interest margin (NIM). Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa posisi NIM adalah 4,9 persen pada Agustus 2019.

Direktur eksekutif CIPS Rainer Heufers mengatakan Kamis bahwa memang ada kekhawatiran yang timbul dari ketakutan akan terulangnya krisis ekonomi 1998. Melemahnya Rupiah terhadap dolar AS semakin memperkuat kekhawatiran ini.

Image result for Perbankan Indonesia Tahan Tekanan Krisis Global

Selain itu, Rainer menjelaskan, cadangan devisa negara jauh melebihi cadangan yang dimilikinya pada tahun 1998 dan rasio utang / PDB kurang dari setengah dari 74 persen yang dialami Indonesia pada tahun 1998. Ia juga menyarankan agar defisit anggaran dan tingkat Utang secara umum tetap di bawah kendali dan berada dalam batas aman. diatur oleh hukum.

Ini bahkan terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mengikuti kebijakan standardisasi The Fed dengan menaikkan suku bunga tujuh kali dengan total 1,75 persen pada tahun 2018. Sebelumnya, BI optimis bahwa nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS akan terus bergerak stabil dan menguat di 2019.

Leave a reply

Membuka rekening bank bisa terasa menakutkan. Untungnya, sebagian besar bank dan serikat kredit mengikuti proses yang serupa dengan yang dijelaskan di bawah ini. Membuat akun Anda terbuka hanya masalah memberikan detail tertentu dan mendanai akun Anda. Setelah formalitas selesai, Anda dapat mulai menggunakan akun Anda – dan menghemat waktu dan uang.

Memilih Bank atau Credit Union

Anda mungkin sudah tahu di mana Anda ingin bank. Jika tidak, berkelilinglah. Mulailah dengan menemukan yang paling cocok untuk kebutuhan mendesak Anda (akun giro, misalnya). Saat Anda membandingkan institusi, perhatikan biaya yang dapat Anda hemat dalam tabungan Anda.

3 Kategori Dasar Bank

  1. Bank, termasuk bank komunitas atau bank besar

Ini mungkin merek terkenal di komunitas lokal Anda (atau nasional), dan mereka menawarkan sebagian besar layanan dasar yang Anda butuhkan. Bank-bank lokal dan regional cenderung memiliki struktur biaya yang lebih bersahabat, tetapi dimungkinkan untuk membebaskan biaya di bank-bank besar.

  1. Credit Union

Credit Union adalah lembaga keuangan milik pelanggan yang menyediakan banyak layanan dan produk yang sama dengan yang disediakan bank. Organisasi-organisasi ini sering memiliki tingkat yang kompetitif karena mereka tidak selalu berusaha untuk memaksimalkan keuntungan. Tapi itu tidak selalu terjadi – jadi tinjau jadwal biaya dengan cermat. Pelajari lebih lanjut tentang serikat kredit dan cara Anda dapat bergabung.

  1. Bank online

Beberapa institusi beroperasi sepenuhnya online. Tidak ada cabang untuk dikunjungi (atau membayar), dan Anda akan menangani sendiri sebagian besar permintaan layanan. Jika Anda merasa nyaman dengan komputer atau perangkat seluler Anda – dan sebagian besar transaksi perbankan dasar – bank online dapat membantu Anda mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi pada tabungan dan mendapatkan pemeriksaan gratis. Karena itu, Anda tidak perlu memilih hanya satu jenis bank – bijaksana untuk membuka rekening bank online dan menyimpan bank yang terbuat dari batu bata dan semen.

Kunjungi Kantor Cabang Bank atau Website

Cara termudah untuk membuka akun adalah dengan mengunjungi situs web lembaga. Telusuri bank di Google, atau kunjungi situs web yang tercantum di materi pemasaran bank (hati-hati saat Anda mengetikkan alamat web – situs palsu dengan nama yang mirip mungkin ada).

Keuntungan membuka akun online adalah Anda dapat melakukannya kapan saja, dari mana saja. Namun, jika Anda hanya nyaman untuk membuka rekening secara langsung, Anda dapat muncul di cabang selama jam kerja. Sebelum Anda meninggalkan rumah, pastikan untuk menyiapkan barang-barang berikut: KTP, nomor yang bisa dihubungi, alamat rumah dan email, deposit awal(jika dibutuhkan pada saat pembukaan rekening).

Pilih Produk yang Kamu Inginkan

Setiap lembaga keuangan akan memiliki berbagai jenis akun dan layanan untuk dipilih. Bank sering memberi nama produk mereka unik yang dapat membingungkan, tetapi pada dasarnya mereka adalah produk di setiap institusi. Nama yang berbeda biasanya berbeda tingkat layanan (dengan harga atau ambang batas yang lebih tinggi untuk menghindari biaya). Pilih opsi yang memiliki campuran yang tepat untuk Anda. Misalnya, jika Anda menyimpan saldo rendah di akun, cukup buka akun yang menjaga biaya minimum.

Saat bekerja online, Anda mungkin harus menelusuri produk yang tepat untuk Anda. Anda dapat mengklik “Buka Akun,” dan kemudian klik “Memeriksa,” dan berburu di antara berbagai pilihan untuk “Memeriksa Gratis.” Jika Anda membuka akun secara langsung, Anda dapat mengobrol dengan seorang bankir yang akan membantu Anda menemukan akun terbaik untuk kebutuhan anda.

Sediakan Informasimu

Saat Anda membuka rekening bank baru, Anda harus memberikan informasi sensitif kepada bank. Untuk melindungi diri mereka sendiri dan mematuhi peraturan seperti Undang-Undang Patriot, mereka tidak dapat membuka akun tanpa memverifikasi identitas Anda. Anda harus memberikan detail sederhana seperti nama dan tanggal lahir Anda, serta nomor identifikasi (di Amerika Serikat kemungkinan besar Nomor Jaminan Sosial Anda). Anda juga harus siap memberikan ID pemerintah yang valid (seperti SIM atau paspor). Jika Anda melakukan ini secara online, Anda akan mengetik informasi ke dalam kotak teks. Jika Anda membuka akun secara langsung, Anda akan menyerahkan ID Anda kepada bankir, yang mungkin akan membuat fotokopi.

Setuju pada Ketentuan yang Berlaku

Anda harus setuju untuk mematuhi aturan tertentu dan menerima tanggung jawab untuk aktivitas tertentu di akun Anda. Ketika Anda membuka rekening di bank, Anda membentuk hubungan berdasarkan subjek yang sangat penting – uang Anda. Karena itu Anda harus tahu apa yang Anda hadapi. Jika Anda membuka rekening bank online, Anda menyelesaikan langkah ini dengan mengklik tombol “Saya Setuju” (atau yang serupa), dan beralih ke langkah berikutnya. PENTING: BACA PERSETUJUANMU DENGAN HATI-HATI.

Meskipun pengungkapan semakin baik, ada banyak detail penting yang terkubur dalam cetakan kecil. Khususnya, Anda ingin tahu tentang biaya yang dibebankan ke akun Anda, dan kapan dana Anda tersedia untuk penarikan. Selain perjanjian bank, hukum federal menentukan hak dan tanggung jawab Anda. Misalnya, jika seseorang mengambil uang dari akun Anda secara curang (atau karena kesalahan), Anda mungkin dilindungi. Namun, Anda mungkin perlu melaporkan penarikan cepat untuk perlindungan penuh.

Cetak, Tanda tangan, dan Kirimkan(jika dibutuhkan)

Jika Anda membuka akun online, Anda mungkin harus mencetak, menandatangani, dan mengirimkan dokumen ke bank sebelum akun dibuka. Beberapa bank menggunakan pengungkapan elektronik dan persetujuan yang mengikat secara hukum – Anda dapat melakukan semuanya secara online. Tetapi beberapa bank masih memerlukan dokumen yang ditandatangani untuk membuka rekening. Sampai mereka menerima dokumen, akun Anda tidak aktif.

Danai Rekeningmu

Jika Anda membuka rekening giro atau tabungan, Anda harus melakukan setoran awal ke dalam akun. Terkadang ini diperlukan sebagai bagian dari proses pembukaan, dan kadang-kadang Anda dapat melakukannya setelah akun aktif dan berjalan. Ada beberapa cara untuk mendanai akun Anda:

  1. Setor uang tunai, yang harus tersedia untuk dibelanjakan dengan kartu debit Anda segera.
  2. Setor cek atau wesel ke akun Anda. Dana harus tersedia dalam beberapa hari kerja setelah Anda melakukan setoran.
  3. Atur setoran langsung dengan atasan Anda. Alih-alih mendapatkan gaji, penghasilan Anda akan dikirim langsung ke akun baru Anda.
  4. Transfer dana secara elektronik. Pindahkan uang dari rekening bank eksternal untuk melakukan setoran awal Anda.

Mulai Menggunakan Rekeningmu

Selamat, Anda bangga memiliki akun baru! Akun Anda mungkin siap dalam beberapa menit hingga beberapa hari. Untuk memeriksa dan menyimpan rekening, perhatikan kartu debit (atau kartu ATM) melalui pos. Anda mungkin juga mendapatkan buku cek sehingga Anda bisa menulis cek. Untuk memaksimalkan akun Anda, daftar fitur yang membantu Anda mengelola uang Anda:

  1. Pembayaran tagihan online memungkinkan Anda membayar tagihan secara elektronik.
  2. Aplikasi seluler bank Anda memungkinkan Anda menyetor cek dari jarak jauh. Anda tidak perlu melakukan perjalanan ke cabang slip setoran pengisian.
  3. Mendaftar untuk menerima peringatan teks atau email agar Anda tahu kapan saldo akun Anda hampir habis (atau ketika penarikan besar terjadi).

Leave a reply

Ada 6 langkah supaya kamu bisa menutup rekening bankmu secara benar. Berikut adalah cara-caranya:

  1. Buka rekening baru sebelum menutup rekening lama

Ini memastikan Anda tidak akan melewatkan setoran atau pembayaran apa pun.

  1. Ubah detail bankmu untuk setiap deposit langsung

Jika pembayaran Anda disetorkan langsung ke akun Anda, beri informasi kepada majikan Anda informasi akun baru Anda. Beri tahu pemerintah tentang perubahan akun Anda jika Anda mendapatkan tunjangan atau pembayaran pemerintah (termasuk pengembalian pajak penghasilan) yang disetorkan secara otomatis ke akun Anda.

  1. Ubah detail bankmu untuk setiap debit pra-resmi

Jika Anda membayar tagihan dengan debit pra-resmi (PAD), pastikan semua orang yang Anda bayar memiliki informasi akun baru Anda. Tanyakan bank Anda apakah dapat melakukan ini untuk Anda. Anda mungkin dikenai biaya NSF (tidak cukup dana) setiap kali PAD dikeluarkan dari akun lama Anda dan tidak ada cukup uang untuk menutupinya.

  1. Berhenti menulis cek di rekening cek lama

Buat daftar cek yang belum dicairkan. Kemudian tunggu sampai mereka jelas sebelum menutup akun Anda.

  1. Awasi rekeningmu secara hati-hati

Pastikan semuanya telah dialihkan dan berjalan lancar di akun baru Anda. Juga konfirmasi bahwa cek yang Anda tulis di akun lama Anda semuanya telah diuangkan. Anda dapat melakukan ini dengan melihat pernyataan atau mengakses akun Anda secara online.

  1. Tutup rekening lamamu

Hubungi lembaga keuangan dan beri tahu mereka bahwa Anda berencana untuk menutup akun Anda. Cari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menutup, dan apakah akan ada biaya. Jika ada uang di akun, Anda dapat menariknya atau memindahkannya ke akun baru Anda.

*POIN PENTING

Jangan tutup akun lama Anda sebelum yang baru aktif dan berjalan. Anda mungkin membayar sejumlah biaya tambahan, tetapi lebih baik untuk menghindari masalah, seperti pembayaran yang terlewat.

Leave a reply