Mohon Tunggu Sebentar

loading icon

Ibarat peribahasa sedia payung sebelum hujan, dana darurat terutama jika terjadi bencana perlu disiapkan jauh-jauh hari.  Maklum, sebagai manusia kita  tidak bisa memprediksi kapan bencana datang dan kita  butuh dana darurat. Dalam situasi genting, kita  pasti tidak memiliki  banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Termasuk dari  sisi kesiapan keuangan. Jika  situasi tidak memungkinkan untuk meminjam dari orang lain, maka diri sendiri lah yang dapat menolong. Oleh  karena itu sebelum terlambat, kita  patut memperhitungkan dana darurat dalam pengelolaan keuangan sedini mungkin. Perencana Keuangan dari  Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho, sebagaimana dikutip dari  CNN Indonesia, menjelaskan dana darurat berbeda dengan pos tabungan dan investasi. Tabungan dan investasi mempunyai tujuan spesifik serta waktu penggunaan dana terukur. Semisal, untuk tabungan pendidikan sekolah anak, pensiun hari  tua, dana kesehatan yang digunakan ketika sakit, dan sebagainya. Sedangkan kondisi darurat merujuk kepada hal-hal yang tidak diinginkan tetapi bisa jadi menimpa kita  kapan saja, seperti; bencana alam, kebakaran, dan musibah lainnya yang tidak terduga. “Untuk dana darurat kita  siapkan tapi kita  tidak tahu kapan dan untuk tujuan apa akan kita  gunakan,” jelas  Andy. Andy menyatakan sebaiknya dana darurat disimpan secara terpisah dari tabungan dan investasi. Tujuannya, menghindari penggunaan dana darurat untuk kepentingan di luar  kondisi mendesak. Idealnya, lanjut  Andy, setiap orang memiliki  dana darurat sebesar tiga kali penghasilan bulanan. Jumlah itu ditujukan bagi orang yang belum berkeluarga atau masih single. Sedangkan untuk yang sudah berkeluarga, jumlah dana darurat tentu lebih  besar. Idealnya, sebesar enam kali penghasilan bulanan. Uang itu tidak boleh dikeluarkan untuk kepentingan yang sifatnya tidak mendesak. Jumlah dana darurat memang tidak kecil, tetapi kita  tidak perlu khawatir. Kita bisa menyiapkannya sedikit demi sedikit dari  penghasilan bulanan.

Untuk alokasi untuk dana darurat, Andy mengatakan, sebesar 10 persen harus disisihkan dari  penghasilan bulanan. Itu berarti, karyawan yang memiliki  gaji Rp7  juta  per bulan seyogyanya menyisihkan Rp700 ribu  untuk dana darurat. Selain 10 persen untuk dana darurat, orang juga  bisa menyisihkan sebesar 10 persen untuk tabungan dan investasi, 10 persen untuk kepentingan pengembangan diri, 10 persen untuk hal yang sifatnya hiburan, dan 5 persen untuk kegiatan yang bersifat sosial. “Lalu sebanyak 55 persen untuk kebutuhan hidup dalam sebulan,” jelas  Andy. Andy memaklumi jika dana darurat kerapkali terlewat dalam anggaran bulanan. Untuk itu ia memberikan tips  agar kita  membayangkan dan memahami potensi risiko  dalam kondisi mendesak tanpa memiliki  kecukupan keuangan. Hal itu tentunya akan membebani diri kita  sendiri. “Jadi kemalasan untuk mempersiapkan dana darurat bisa dilawan dengan kekhawatiran terhadap hal buruk yang akan terjadi kalau kita  tidak sisihkan dari  sekarang,” kata Andy.

Perencana Keuangan dari  Tatadana Consulting Tejasari Asad memiliki pandangan yang serupa. Ia mengatakan dana darurat harus dibedakan dengan uang tabungan dan investasi. Pemisahan ini bertujuan agar dalam keadaan darurat kita  sudah siap secara finansial tanpa mengurangi porsi dana lainnya, seperti dana kesehatan, pendidikan, dan pensiun. Skenario terburuk, kata Tejasari, jika kita  memakai dana pendidikan saat kondisi darurat, maka setelah masalah tuntas justru kita harus menyisihkan dari  nol untuk tabungan pendidikan. “Dengan adanya dana darurat kehidupan kita  berjalan normal setelah kondisi darurat bisa kita  lewati,” kata Tejasari.

Penyimpanan dana darurat bisa dilakukan pada beberapa instrumen keuangan, dengan catatan dana darurat disimpan pada instrumen yang mudah dicairkan saat kondisi genting. BPR Weleri Makmur memiliki  berbagai produk tabungan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyimpan dana darurat, misalnya Tabungan Smart, Tabungan Makmur, maupun Tabungan Rencana. Selain itu juga  ada tabungan masyarakat berhadiah (Tamasha) yang membantu masyarakat agar disiplin  menabung, pun dapat dijadikan agunan pinjaman ketika ada kebutuhan mendesak. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a reply

 

Virus corona tak hanya menginfeksi manusia. Dampak dari virus ini turut menginfeksi ekonomi global termasuk domestik. Dengan kondisi ini, masyarakat harus lebih hati-hati dalam menginvestasikan dana mereka. Salah-salah bukan untung yang didapat, tapi buntung.

Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Budi Rahardjo mengatakan di tengah kondisi tersebut masyarakat memang sebaiknya menjauhi pasar saham. Pasalnya, kondisi ekonomi sedang diliputi ketidakpastian. Langkah tersebut perlu dilakukan karena investasi saham berisiko tinggi.
“Saham bergerak sangat fluktuatif. Pergerakannya bisa naik dan turun hingga 20 persen dalam jangka pendek,” ujar Budi sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com.

Budi menyarankan agar masyarakat mendiversifikasi investasi mereka ke instrumen berisiko rendah, seperti emas, obligasi, dan deposito. Emas sejak dulu memang sudah terkenal sebagai investasi yang menjadi pelarian pasar untuk berinvestasi.

Selain emas, masyarakat juga bisa mengalihkan investasi mereka ke obligasi. Harga obligasi umumnya meningkat jika ada sentimen negatif di pasar. Namun, tingkat imbal hasil obligasi akan berbanding terbalik dengan harga. Jika harga menguat, maka imbal hasil obligasi akan turun.

Deposito juga merupakan alternatif dalam berinvestasi ketika ekonomi sedang lesu. Budi mengakui, deposito menawarkan keuntungan kecil tetapi lebih pasti. Deposito menjadi pilihan tepat untuk menghindari risiko, namun tetap menguntungkan.

Sementara itu, Perencana Keuangan Zelts Consulting Ahmad Ghozali mengatakan pemindahan dana dari investasi berisiko tinggi ke risiko yang lebih rendah bukan untuk mencari keuntungan. Langkah tersebut perlu dilakukan demi membatasi kerugian.

“Memindahkan dana dari investasi berisiko tinggi ke safe haven tujuannya bukan untuk menarik keuntungan, karena sulit memperkirakan berapa imbal hasilnya di tengah ketidakpastian seperti ini,” terang Ahmad.

Sama seperti Budi, ia juga menyarankan masyarakat berinvestasi ke produk yang lebih aman saat ekonomi sedang tak pasti dan menghindari instrumen investasi yang fluktuatif seperti saham.
Sebagai lembaga perbankan, BPR Weleri Makmur (BPR WM) juga memiliki produk deposito.

Nasabah dapat memilih jangka waktu deposito, mulai dari 1 bulan hingga 3 tahun. Suku bunga yang ditawarkan saat tulisan ini dibuat adalah mulai 6,5 persen hingga 8,25 persen per tahun tergantung jangka waktu yang dipilih.
Dari segi keamanan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan di BPR hingga 2 milyar pada simpanan dengan bunga maksimal 8,25 per tahun. Jadi nasabah tidak perlu khawatir, karena dana aman dijamin oleh pemerintah.

Untuk membuka rekening deposito, nasabah dapat memilih cara mudah, yaitu mengajukan secara online di bprwm.co.id. Nasabah cukup mengisi aplikasi pembukaan rekening deposito, kemudian akan dilakukan tindak lanjut oleh petugas.

Leave a reply

 

Fenomena perubahan gaya transaksi jual beli ini dikenal dengan istilah  cashless society (masyarakat tanpa uang tunai). Seperti yang terlihat, istilah  tersebut merujuk pada kondisi masyarakat yang lebih  memilih  untuk menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi barang dan jasa dibandingkan dengan uang fisik. Menurut survei yang dilakukan oleh LinkedIn  dan Ipsos Reid  pada 2015,  51 persen generasi milenial  membayangkan transaksi di masa depan akan berlangsung secara cashless. Hasil tersebut didapatkan dari  9.200 total responden pengguna internet dari  10 negara yang berbeda dan terdiri dari  generasi milenial  dan generasi X. Lalu bagaimanakah generasi milenial seharusnya bersikap dalam menghadapi perubahan gaya dalam bertransaksi ini? Menurut perencana keuangan,Eko Endarto, sebagaimana dikutip dari laman kumparan.com menguraikan tanggapannya seputar fenomena cashless society ini. Eko menyebut sistem cashless  sebenarnya memiliki  beberapa keunggulan, misalnya, transaksi yang lebih  detail, lebih  aman, serta lebih  mudah. Selain itu, perkembangan teknologi sangat mempengaruhi generasi milenial  untuk menjadi cashless. “Teknologi membuatnya mau tidak mau pasti akan lanjut, zaman mereka pasti nontunainya pasti lebih  banyak karena mereka dikasih dari  orang tua pun tidak pernah lagi sekarang tunai kan,  sudah main  transfer-transfer aja. Sejak lahir sudah ada ATM, kita  dulu  kan  belum,” ujarnya.

Meski demikian, Eko menilai fenomena cashless ini tidak berpotensi membuat generasi milenial  menjadi boros. Hanya saja, hal ini cenderung membuat milenial  menjadi tidak mengerti nilai (value) uang yang dimilikinya, karena nilai uang itu sendiri saat ini menjadi agak kabur. “Boros sih nggak, tapi  kadang-kadang mereka tidak mengerti value uangnya. Ya, jadi kadang-kadang mereka menganggap angka 100  (rupiah) sama dengan angka 100  ribu,  sama dengan 1 juta  nih, dalam hal membelanjakannya, karena nilai uangnya jadi agak kabur nih ketika kita menggunakan cashless karena kan sekadar angka, sekedar nolnya banyak, ya  kan? Dulu kan  kita  bikinnya warnanya berbeda, ada koin  ada kertas. Sekarang ya  sekadar belanja aja,”  jelas  Eko. Maka  dari  itu, Eko juga  menyarankan agar generasi milenial  tidak hanya menggunakan uang yang dimiliki untuk berbelanja saja. “Sebaiknya, selain menggunakan uang untuk belanja, mereka juga  harus punya produk investasi,” jelasnya. Eko sendiri menjelaskan kalau saat ini terdapat banyak bentuk investasi yang bisa dimiliki oleh generasi milenial dengan cukup mudah. Beberapa di antaranya seperti tabungan berjangka, bermain saham online, reksa dana, serta membeli emas. [LAU]

 

Leave a reply

Dunia kesehatan akhir-akhir ini telah tergerak oleh munculnya virus yang disebut corona. Penyebaran virus dari Cina tidak hanya membuat orang sakit, tetapi juga membuat ekonomi sengsara. Direktur penelitian Pusat Reformasi Ekonomi (INTI), Piter Abdullah, mengatakan bahwa virus mahkota memiliki efek berbahaya pada ekonomi yang wilayahnya terpengaruh, terutama di China sendiri.

Virus Corona tetap menjadi perhatian pasar, tetapi penurunan dalam hasil atau tingkat pengembalian obligasi AS, khususnya jangka waktu 10 tahun, pada level terendah sejak 10 Oktober 2019 sebesar 1,6 persen, dapat mendorong penguatan nilai tukar pasar negara berkembang , termasuk Indonesia.

Menurut Ariston (The Fed), penurunan yield obligasi AS. UU Itu karena pembelian besar-besaran yang disebabkan oleh virus korona dan juga karena harapan kebijakan Federal Reserve AS. UU Bahwa Federal Reserve masih longgar pada tahun 2020.

The Fed akan memberikan keputusannya pada kebijakan moneter pada hari Rabu, 29 Januari, waktu setempat. Ariston memperkirakan bahwa rupee akan bergerak hari ini sekitar 13.600 per dolar menjadi 13.640 per dolar.

Bank Indonesia mendaftarkan modal asing yang masuk ke Indonesia melalui pembelian surat berharga negara (SBN) yang mencapai Rp3,8 miliar hingga 23 Januari 2018. Namun, arus keluar modal di pasar saham juga terjadi sebesar Rp980 satu miliar

Gubernur BI (Bank Indonesia), jelas Perry Warjiyo, capital outflow terjadi karena kondisi geopolitik global dan pecahnya virus korona. Ini ditunjukkan oleh penurunan harga saham.

Image result for virus corona mempengaruhi ekonomi indonesia

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta seluruh pelaku ekonomi untuk mewaspadai dampak penyebaran virus mahkota yang berasal dari Tiongkok pada stabilitas sistem keuangan dan ekonomi Indonesia. Karena kekhawatiran pemain pasar tentang coronavirus adalah perasaan yang mempengaruhi pergerakan saham dan nilai tukar mata uang di pasar internasional.

Di Indonesia, virus mahkota Tirai Bambu setidaknya mengkhawatirkan peserta pasar. Akibatnya, penyebaran virus ini telah menjadi sentimen untuk perdagangan mata uang dan emas.

Nilai tukar rupee melemah menjadi 0,04 persen dari Rp13.669 menjadi Rp13.675 per dolar pagi ini. Selain itu, harga emas Antam turun Rp2.000 dari Rp771 ribu menjadi Rp769 ribu per gram.

Leave a reply

Membuka rekening bank bisa terasa menakutkan. Untungnya, sebagian besar bank dan serikat kredit mengikuti proses yang serupa dengan yang dijelaskan di bawah ini. Membuat akun Anda terbuka hanya masalah memberikan detail tertentu dan mendanai akun Anda. Setelah formalitas selesai, Anda dapat mulai menggunakan akun Anda – dan menghemat waktu dan uang.

Memilih Bank atau Credit Union

Anda mungkin sudah tahu di mana Anda ingin bank. Jika tidak, berkelilinglah. Mulailah dengan menemukan yang paling cocok untuk kebutuhan mendesak Anda (akun giro, misalnya). Saat Anda membandingkan institusi, perhatikan biaya yang dapat Anda hemat dalam tabungan Anda.

3 Kategori Dasar Bank

  1. Bank, termasuk bank komunitas atau bank besar

Ini mungkin merek terkenal di komunitas lokal Anda (atau nasional), dan mereka menawarkan sebagian besar layanan dasar yang Anda butuhkan. Bank-bank lokal dan regional cenderung memiliki struktur biaya yang lebih bersahabat, tetapi dimungkinkan untuk membebaskan biaya di bank-bank besar.

  1. Credit Union

Credit Union adalah lembaga keuangan milik pelanggan yang menyediakan banyak layanan dan produk yang sama dengan yang disediakan bank. Organisasi-organisasi ini sering memiliki tingkat yang kompetitif karena mereka tidak selalu berusaha untuk memaksimalkan keuntungan. Tapi itu tidak selalu terjadi – jadi tinjau jadwal biaya dengan cermat. Pelajari lebih lanjut tentang serikat kredit dan cara Anda dapat bergabung.

  1. Bank online

Beberapa institusi beroperasi sepenuhnya online. Tidak ada cabang untuk dikunjungi (atau membayar), dan Anda akan menangani sendiri sebagian besar permintaan layanan. Jika Anda merasa nyaman dengan komputer atau perangkat seluler Anda – dan sebagian besar transaksi perbankan dasar – bank online dapat membantu Anda mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi pada tabungan dan mendapatkan pemeriksaan gratis. Karena itu, Anda tidak perlu memilih hanya satu jenis bank – bijaksana untuk membuka rekening bank online dan menyimpan bank yang terbuat dari batu bata dan semen.

Kunjungi Kantor Cabang Bank atau Website

Cara termudah untuk membuka akun adalah dengan mengunjungi situs web lembaga. Telusuri bank di Google, atau kunjungi situs web yang tercantum di materi pemasaran bank (hati-hati saat Anda mengetikkan alamat web – situs palsu dengan nama yang mirip mungkin ada).

Keuntungan membuka akun online adalah Anda dapat melakukannya kapan saja, dari mana saja. Namun, jika Anda hanya nyaman untuk membuka rekening secara langsung, Anda dapat muncul di cabang selama jam kerja. Sebelum Anda meninggalkan rumah, pastikan untuk menyiapkan barang-barang berikut: KTP, nomor yang bisa dihubungi, alamat rumah dan email, deposit awal(jika dibutuhkan pada saat pembukaan rekening).

Pilih Produk yang Kamu Inginkan

Setiap lembaga keuangan akan memiliki berbagai jenis akun dan layanan untuk dipilih. Bank sering memberi nama produk mereka unik yang dapat membingungkan, tetapi pada dasarnya mereka adalah produk di setiap institusi. Nama yang berbeda biasanya berbeda tingkat layanan (dengan harga atau ambang batas yang lebih tinggi untuk menghindari biaya). Pilih opsi yang memiliki campuran yang tepat untuk Anda. Misalnya, jika Anda menyimpan saldo rendah di akun, cukup buka akun yang menjaga biaya minimum.

Saat bekerja online, Anda mungkin harus menelusuri produk yang tepat untuk Anda. Anda dapat mengklik “Buka Akun,” dan kemudian klik “Memeriksa,” dan berburu di antara berbagai pilihan untuk “Memeriksa Gratis.” Jika Anda membuka akun secara langsung, Anda dapat mengobrol dengan seorang bankir yang akan membantu Anda menemukan akun terbaik untuk kebutuhan anda.

Sediakan Informasimu

Saat Anda membuka rekening bank baru, Anda harus memberikan informasi sensitif kepada bank. Untuk melindungi diri mereka sendiri dan mematuhi peraturan seperti Undang-Undang Patriot, mereka tidak dapat membuka akun tanpa memverifikasi identitas Anda. Anda harus memberikan detail sederhana seperti nama dan tanggal lahir Anda, serta nomor identifikasi (di Amerika Serikat kemungkinan besar Nomor Jaminan Sosial Anda). Anda juga harus siap memberikan ID pemerintah yang valid (seperti SIM atau paspor). Jika Anda melakukan ini secara online, Anda akan mengetik informasi ke dalam kotak teks. Jika Anda membuka akun secara langsung, Anda akan menyerahkan ID Anda kepada bankir, yang mungkin akan membuat fotokopi.

Setuju pada Ketentuan yang Berlaku

Anda harus setuju untuk mematuhi aturan tertentu dan menerima tanggung jawab untuk aktivitas tertentu di akun Anda. Ketika Anda membuka rekening di bank, Anda membentuk hubungan berdasarkan subjek yang sangat penting – uang Anda. Karena itu Anda harus tahu apa yang Anda hadapi. Jika Anda membuka rekening bank online, Anda menyelesaikan langkah ini dengan mengklik tombol “Saya Setuju” (atau yang serupa), dan beralih ke langkah berikutnya. PENTING: BACA PERSETUJUANMU DENGAN HATI-HATI.

Meskipun pengungkapan semakin baik, ada banyak detail penting yang terkubur dalam cetakan kecil. Khususnya, Anda ingin tahu tentang biaya yang dibebankan ke akun Anda, dan kapan dana Anda tersedia untuk penarikan. Selain perjanjian bank, hukum federal menentukan hak dan tanggung jawab Anda. Misalnya, jika seseorang mengambil uang dari akun Anda secara curang (atau karena kesalahan), Anda mungkin dilindungi. Namun, Anda mungkin perlu melaporkan penarikan cepat untuk perlindungan penuh.

Cetak, Tanda tangan, dan Kirimkan(jika dibutuhkan)

Jika Anda membuka akun online, Anda mungkin harus mencetak, menandatangani, dan mengirimkan dokumen ke bank sebelum akun dibuka. Beberapa bank menggunakan pengungkapan elektronik dan persetujuan yang mengikat secara hukum – Anda dapat melakukan semuanya secara online. Tetapi beberapa bank masih memerlukan dokumen yang ditandatangani untuk membuka rekening. Sampai mereka menerima dokumen, akun Anda tidak aktif.

Danai Rekeningmu

Jika Anda membuka rekening giro atau tabungan, Anda harus melakukan setoran awal ke dalam akun. Terkadang ini diperlukan sebagai bagian dari proses pembukaan, dan kadang-kadang Anda dapat melakukannya setelah akun aktif dan berjalan. Ada beberapa cara untuk mendanai akun Anda:

  1. Setor uang tunai, yang harus tersedia untuk dibelanjakan dengan kartu debit Anda segera.
  2. Setor cek atau wesel ke akun Anda. Dana harus tersedia dalam beberapa hari kerja setelah Anda melakukan setoran.
  3. Atur setoran langsung dengan atasan Anda. Alih-alih mendapatkan gaji, penghasilan Anda akan dikirim langsung ke akun baru Anda.
  4. Transfer dana secara elektronik. Pindahkan uang dari rekening bank eksternal untuk melakukan setoran awal Anda.

Mulai Menggunakan Rekeningmu

Selamat, Anda bangga memiliki akun baru! Akun Anda mungkin siap dalam beberapa menit hingga beberapa hari. Untuk memeriksa dan menyimpan rekening, perhatikan kartu debit (atau kartu ATM) melalui pos. Anda mungkin juga mendapatkan buku cek sehingga Anda bisa menulis cek. Untuk memaksimalkan akun Anda, daftar fitur yang membantu Anda mengelola uang Anda:

  1. Pembayaran tagihan online memungkinkan Anda membayar tagihan secara elektronik.
  2. Aplikasi seluler bank Anda memungkinkan Anda menyetor cek dari jarak jauh. Anda tidak perlu melakukan perjalanan ke cabang slip setoran pengisian.
  3. Mendaftar untuk menerima peringatan teks atau email agar Anda tahu kapan saldo akun Anda hampir habis (atau ketika penarikan besar terjadi).

Leave a reply

Ada 6 langkah supaya kamu bisa menutup rekening bankmu secara benar. Berikut adalah cara-caranya:

  1. Buka rekening baru sebelum menutup rekening lama

Ini memastikan Anda tidak akan melewatkan setoran atau pembayaran apa pun.

  1. Ubah detail bankmu untuk setiap deposit langsung

Jika pembayaran Anda disetorkan langsung ke akun Anda, beri informasi kepada majikan Anda informasi akun baru Anda. Beri tahu pemerintah tentang perubahan akun Anda jika Anda mendapatkan tunjangan atau pembayaran pemerintah (termasuk pengembalian pajak penghasilan) yang disetorkan secara otomatis ke akun Anda.

  1. Ubah detail bankmu untuk setiap debit pra-resmi

Jika Anda membayar tagihan dengan debit pra-resmi (PAD), pastikan semua orang yang Anda bayar memiliki informasi akun baru Anda. Tanyakan bank Anda apakah dapat melakukan ini untuk Anda. Anda mungkin dikenai biaya NSF (tidak cukup dana) setiap kali PAD dikeluarkan dari akun lama Anda dan tidak ada cukup uang untuk menutupinya.

  1. Berhenti menulis cek di rekening cek lama

Buat daftar cek yang belum dicairkan. Kemudian tunggu sampai mereka jelas sebelum menutup akun Anda.

  1. Awasi rekeningmu secara hati-hati

Pastikan semuanya telah dialihkan dan berjalan lancar di akun baru Anda. Juga konfirmasi bahwa cek yang Anda tulis di akun lama Anda semuanya telah diuangkan. Anda dapat melakukan ini dengan melihat pernyataan atau mengakses akun Anda secara online.

  1. Tutup rekening lamamu

Hubungi lembaga keuangan dan beri tahu mereka bahwa Anda berencana untuk menutup akun Anda. Cari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menutup, dan apakah akan ada biaya. Jika ada uang di akun, Anda dapat menariknya atau memindahkannya ke akun baru Anda.

*POIN PENTING

Jangan tutup akun lama Anda sebelum yang baru aktif dan berjalan. Anda mungkin membayar sejumlah biaya tambahan, tetapi lebih baik untuk menghindari masalah, seperti pembayaran yang terlewat.

Leave a reply

Bagi orang-orang yang berkembang dalam urutan dan keakuratan keuangan, industri perbankan sangat cocok. Apakah Anda suka menyeimbangkan buku cek Anda atau menikmati membuat spreadsheet penganggaran, Anda mungkin telah mempertimbangkan pekerjaan di perbankan untuk memanfaatkan perhatian Anda pada detail. Bagian terbaik tentang karier di perbankan adalah Anda akhirnya dapat memilih dari sejumlah besar judul perbankan.

JENIS PEKERJAAN DALAM DUNIA PERBANKAN

Kebanyakan orang menyadari ada akuntan, petugas bagian pinjaman, dan teller bank. Namun, banyak orang tidak tahu berapa banyak jenis posisi yang ada di industri perbankan. Terlepas dari pengalaman kerja atau kuliah sebelumnya, Anda mungkin ingin mempertimbangkan karier di bidang perbankan. Di bawah ini adalah contoh dari berbagai judul perbankan yang dapat Anda miliki:

  1. Analis Keuangan

Sebagai seorang analis keuangan, Anda membantu bisnis atau individu membuat keputusan investasi. Biasanya, Anda membutuhkan setidaknya gelar sarjana, tetapi gelar master lebih disukai. Anda mungkin perlu mendapatkan kredensial Chartered Financial Analyst (CFA) untuk memenuhi syarat untuk banyak posisi analis keuangan.

  1. Penasihat Keuangan Pribadi

Penasihat keuangan pribadi membantu individu mengelola uang mereka untuk memenuhi tujuan jangka pendek dan jangka panjang mereka. Dari perencanaan pensiun hingga mencari tahu cara membayar kuliah, penasihat mengidentifikasi berbagai opsi dan membantu individu memanfaatkan uang mereka, seperti melalui pembebasan pajak khusus atau insentif. Anda membutuhkan minimal gelar sarjana, dan membantu mengambil kursus di bidang keuangan, akuntansi, dan ekonomi.

  1. Akuntan

Salah satu posisi keuangan paling terkenal, akuntan menganalisis, merencanakan, dan mengevaluasi pengeluaran dan pendapatan bisnis. Banyak akuntan hanya memiliki gelar sarjana, tetapi gelar master juga berguna. Anda mungkin juga perlu mengikuti ujian Akuntan Publik Bersertifikat (CPA), terutama jika Anda ingin bekerja untuk kantor akuntan publik. Lisensi CPA Anda diperlukan jika Anda berniat untuk memberikan layanan akuntansi kepada publik. Anda tidak memerlukannya untuk bekerja di departemen akuntansi perusahaan.

  1. Auditor

Auditor meninjau catatan akuntansi atas nama klien, mencari perbedaan atau kerugian.

  1. Petugas pinjaman

Petugas pinjaman membantu orang mengidentifikasi dan mengajukan pinjaman, mulai dari hipotek hingga pinjaman pribadi. Mereka mengevaluasi riwayat pekerjaan kandidat, pendapatan, dan kelayakan kredit keseluruhan. Petugas pinjaman biasanya memiliki latar belakang dan pendidikan di bidang keuangan atau ekonomi. Menjadi petugas kredit adalah pilihan karier yang bagus jika Anda suka bekerja dengan orang.

  1. Kolektor

Sementara kolektor cenderung mendapatkan reputasi yang buruk, mereka memainkan peran penting bagi perusahaan. Mereka mengelola akun dan melacak tagihan dan berupaya menagih faktur yang sudah lewat jatuh tempo. Banyak posisi kolektor hanya membutuhkan ijazah sekolah menengah, tetapi gelar sarjana diterima.

  1. Teller

Teller bank biasanya orang pertama yang dilihat pelanggan dalam bisnis perbankan mereka. Kasir teller bank, menerima setoran, dan memproses penarikan rekening. Kebanyakan teller bank memiliki ijazah sekolah menengah tetapi memegang gelar associate atau sarjana dapat bermanfaat bagi teller bank yang ingin naik pangkat untuk menjadi petugas bagian pinjaman, bankir pribadi, atau pekerjaan manajer bank.

  1. Bendahara

Bendahara mengelola keuangan, sasaran, dan sasaran organisasi. Mereka mempertahankan anggaran organisasi dan mengawasi strategi investasi dan pengeluaran besar. Sebagian besar posisi bendahara membutuhkan gelar lanjutan, seperti master atau Ph.D. Juga, memiliki kredensial perbankan dan keuangan lainnya dapat membantu.

Bagi mereka yang tertarik dengan manajemen uang dan keuangan, banyak pilihan tersedia di luar teller bank klasik atau petugas bagian pinjaman. Apakah Anda menikmati bekerja dengan perusahaan besar atau membantu keluarga agar keuangan dan masa depan mereka teratur, karier tersedia yang dapat melibatkan dan memenuhi Anda. Selain itu, ada banyak ruang untuk naik ke posisi pembayaran yang lebih tinggi saat Anda mendapatkan pengalaman, terutama jika Anda dapat melanjutkan pendidikan Anda.

Leave a reply

Mendapatkan pinjaman usaha kecil adalah rintangan utama yang dihadapi usaha kecil, terutama karena standar pinjaman yang ketat dari bank. Tetapi mendapatkan pembiayaan dari luar seringkali diperlukan untuk memulai atau mengembangkan bisnis atau menutupi pengeluaran sehari-hari, termasuk penggajian dan inventaris. Meskipun menemukan, mengajukan permohonan, dan mendapatkan persetujuan untuk pinjaman usaha kecil mungkin sulit, semakin Anda siap, semakin baik. Berikut cara mendapatkan pinjaman bisnis dalam lima langkah:

  1. Tanyakan pada diri sendiri: mengapa membutuhkan pinjaman ini?

Pemberi pinjaman akan menanyakan pertanyaan ini kepada Anda, dan jawaban Anda kemungkinan akan jatuh ke dalam salah satu dari empat kategori ini: untuk memulai bisnis Anda, untuk mengelola pengeluaran sehari-hari, untuk mengembangkan bisnis Anda, untuk memiliki bantalan pengaman.

  1. Memilih jenis pinjaman yang tepat untukmu

Alasan Anda membutuhkan pinjaman akan menentukan jenis pinjaman usaha kecil yang Anda dapatkan. Jika Anda memulai bisnis, hampir tidak mungkin untuk mendapatkan pinjaman di tahun pertama perusahaan Anda. Pemberi pinjaman memerlukan aliran uang untuk mendukung pembayaran kembali pinjaman, sehingga pemula biasanya langsung didiskualifikasi dari pembiayaan. Sebagai gantinya, Anda harus mengandalkan kartu kredit bisnis, meminjam dari teman dan keluarga, crowdfunding, pinjaman pribadi, atau pinjaman mikro dari pemberi pinjaman nirlaba. Berikut ini informasi lebih lanjut tentang pinjaman bisnis pemula. Untuk bisnis dengan satu tahun atau lebih riwayat dan pendapatan, Anda memiliki lebih banyak opsi pembiayaan, termasuk pinjaman SBA, pinjaman berjangka, lini bisnis kredit dan anjak piutang.

  1. Tentukan jenis terbaik untuk pinjaman bisnis kecil

Anda bisa mendapatkan pinjaman usaha kecil dari beberapa tempat, termasuk bank, pemberi pinjaman mikro nirlaba dan pemberi pinjaman online. Pemberi pinjaman ini menawarkan produk termasuk pinjaman berjangka, jalur kredit dan pembiayaan piutang. Anda harus mendekati berbelanja pinjaman usaha kecil seperti halnya Anda akan membeli mobil, kata Suzanne Darden, seorang konsultan bisnis di Alabama Small Business Development Center. Setelah Anda menentukan jenis pemberi pinjaman dan kendaraan pembiayaan mana yang tepat untuk Anda, bandingkan dua atau tiga opsi serupa berdasarkan tingkat persentase tahunan (total biaya pinjaman) dan persyaratan. Dari pinjaman yang Anda memenuhi syarat, pilih yang dengan April terendah, selama Anda mampu menangani pembayaran reguler pinjaman.

  1. Cari tahu apakah kamu masuk kualifikasi

Seberapa tinggi skor kreditmu? Sudah berapa lama kamu menjalankan bisnis? Apakah kamu menghasilkan cukup uang? Apakah kamu bisa melakukan pembayaran? Pertanyaan-pertanyaan ini wajib kamu jawab melalu diri sendiri. Perhatikan dengan cermat keuangan keuangan bisnis Anda – terutama arus kas – dan evaluasi seberapa besar Anda mampu membayar pembayaran pinjaman setiap bulan. Beberapa pemberi pinjaman online membutuhkan pembayaran harian atau dua kali sebulan, jadi masukkan itu ke dalam persamaan jika itu masalahnya.

  1. Kumpulkan dokumenmu

Setelah Anda membandingkan opsi Anda, sekarang saatnya untuk mengajukan pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda dan Anda memenuhi syarat untuk itu. Anda dapat mengajukan beberapa pinjaman usaha kecil dalam jangka waktu pendek (sekitar dua minggu) tanpa efek negatif pada skor kredit pribadi Anda. Bergantung pada pemberi pinjaman, Anda harus mengirimkan kombinasi dokumen berikut dengan aplikasi Anda.

Leave a reply

Investasi merupakan salah satu aset yang sangat penting untuk masa depan. Investasi berbeda dengan tabungan biasa. Usia yang biasa menanam investasi adalah usia kepala 4 dengan gaji yang stabil. Sebenarnya  investasi ini bisa dimulai pada usia berapa pun, hanya saja jenis investasi yang diambil berbeda-beda sesuai usia.

Kebutuhan masing-masing orang tentunya berbeda tergantung pada tahapan hidupnya. Tahapan hidup ini bisa dilihat dari usianya. Apakah Anda sudah mengenal macam-macam kebutuhan Anda baik saat ini maupun masa depan? Apa saja jenis investasi berdasarkan usia? Simak di ulasan berikut ini. Akan diulas mengenai tips investasi pemula sesuai dengan usia.

Tips Investasi Pemula Sesuai dengan Usia

Investasi sebaiknya dilakukan sedini mungkin karena pasti akan berguna untuk masa depan Anda. Investasi ini akan dinikmati di masa depan, bukan baru akan dilakukan di masa depan. Sebelumnya, Anda harus mengenal jenis kebutuhan dalam beberapa jangka waktu. Jika Anda sudah mengetahui kebutuhan Anda serta perkiraan hal mendesak, Anda bisa mengetahui jenis investasi dengan cepat.

Jika Anda masih bimbang dalam menentukan, jangan khawatir. Berikut adalah tips investasi bagi pemula sesuai dengan usia. Tips dibawah ini akan diulas berdasarkan usia, dimulai dari kisaran usia 20 tahun yang sudah terbilang dewasa hingga usia diatas 50 tahun.

  1. Kisaran Usia 20 Tahun

Umumnya orang berusia di kisaran ini belum memiliki keuangan yang stabil, apalagi jika baru lulus dari sekolah baik formal maupun non formal. Kisaran usia ini khususnya yang masih tinggal bersama orangtuanya biasanya belum memiliki beban biaya selain diri sendiri.

 

Oleh karena itu, sangat tepat untuk memulai investasi pada usia ini, karena dana yang diinvestasikan bisa mencapai 60-70% dari pendapatan. Investasi ini dapat digunakan untuk biaya masa depan, misalnya biaya rumah tangga ataupun pernikahan.

 

  1. Kisaran Usia 30-40 Tahun

Kisaran usia 30-40 tahun biasanya sudah mapan secara finansial. Tak jarang sudah memiliki keluarga kecil atau akan menikah dalam waktu dekat. Beban pengeluaran mulai bertambah, karena tak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

 

Angka pengeluaran pun semakin tinggi, meliputi kebutuhan pokok, sekunder hingga tersier. Oleh karena itu, dana yang dikeluarkan untuk investasi biasanya berkisar antara 30% hingga 50%. Jenis investasi yang layak dicoba adalah reksa dana, dana pendidikan dan kesehatan. Pada usia ini juga Anda bisa mulai mempersiapkan dana hari tua.

 

  1. Kisaran Usia 50 Tahun

Usia 50 tahun memang terbilang cukup lanjut untuk memulai menyiapkan investasi. Namun taka da salahnya tetap menanam investasi. Hal ini sangat diperlukan agar Anda bisa tetap mandiri dalam menjalani hari tua, modal berbisnis sampingan ataupun menopang anak cucu Anda. Selain itu, investasi hari tua juga dapat dialokasikan untuk perjalanan ibadah.

 

  1. Kisaran Usia 60 Tahun

Anda dapat mengelola keuangan Anda dengan bantuan penasehat keuangan pribadi. Namun, Anda juga dapat mencoba mengelolanya sendiri asalnya Anda berniat untuk mempelajari dengan tekun, berapapaun usia Anda.

Aturlah keuangan Anda sejak dini. Jika perlu, buat daftar prioritas hal-hal yang ingin Anda capai dalam jangka waktu tertentu. Hal-hal tersebut bisa Anda bagi dalam jangka pendek (5 tahun), jangka menengah (10 tahun) dan jangka panjang (lebih dari 10 tahun).

Itulah tips investasi pemula sesuai dengan usia. Silahkan sesuaikan dengan usia Anda. Kuatkan niat Anda dan taati setiap langkah dalam berinvestasi. Hati-hati dengan penawaran investasi yang tampak menggiurkan karena biasanya berakhir pada penipuan. Selamat mencoba ya!

Leave a reply

Industri perbankan menghadapi tahun yang sulit pada tahun sebelumnya, disorot oleh lingkungan peraturan yang semakin kompleks, biaya dan tantangan operasional, dan berjuang dengan pemeliharaan lintasan pertumbuhan yang berkelanjutan. Ketika kompetisi terus meningkat, dan lebih banyak pilihan untuk keuangan pribadi tersedia bagi konsumen, bank dihadapkan pada kenyataan bahwa konsumen mengubah fokus mereka untuk memudahkan akses dan penggunaan ketika membuat keputusan perbankan mereka, dan model tradisional berbasis cabang dengan cepat menjadi kuno. Proliferasi ponsel pintar dan akses internet di seluruh dunia secara fundamental telah menggeser preferensi konsumen, dan bank harus mempertimbangkan ini ketika membangun rencana strategis untuk tahun berikutnya. Membangun paradigma baru dari konsumen perbankan ‘mobile’ ini, inilah 5 tantangan strategis yang diproyeksikan di industri perbankan untuk ke depannya:

  1. Mengoptimasi pengalaman untuk mobile

Secara tradisional, bank bersandar pada lokasi cabang fisik mereka untuk menjadi titik kontak utama dari keterlibatan dengan pelanggan mereka. Tetapi dengan ledakan ponsel pintar dan aplikasi terkait, pelanggan jauh lebih cenderung untuk menyelesaikan perbankan online mereka bila memungkinkan. Dengan pemikiran ini, memiliki pengalaman perbankan yang mobile-friendly, ditambah dengan aplikasi yang membantu kehidupan keuangan konsumen akan sangat penting bagi bank untuk mempertahankan pelanggan mereka saat ini, dan menarik yang baru. Strategi mobile tidak lagi bagus untuk dimiliki oleh bank – Sekarang menjadi keharusan bagi mereka yang berharap untuk tetap kompetitif di tahun-tahun mendatang.

  1. Pembayaran mobile

Pembayaran seluler menjadi jauh lebih luas di seluruh ekonomi konsumen. Layanan seperti Apple Pay dan Google Wallet telah membuka jalan bagi industri perbankan di arena ini, karena konsumen, setelah layanan ini ditawarkan di ponsel mereka selama bertahun-tahun, menjadi lebih nyaman dengan keamanan metode pembayaran ini. Chase Bank baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan penawaran pembayaran selulernya sendiri untuk para pelanggannya, dan orang akan mengharapkan lembaga keuangan serupa segera menyusul. Berharap menjadi tahun yang besar untuk adopsi pembayaran mobile, dan karenanya merupakan peluang strategis besar bagi perbankan yang bersedia dan mampu memasuki persaingan.

  1. Keamanan dan otentikasi

Tren ini dibangun di atas dua sebelumnya, karena keamanan dan otentikasi akan menjadi tantangan strategis yang signifikan karena konsumen terus mengadopsi ekosistem seluler untuk kebutuhan perbankan mereka. Bank harus melihat lebih dekat bagaimana mereka mengkonfirmasi identitas pelanggan mereka yang mengakses akun mereka dari jarak jauh. Dengan meningkatnya pelanggaran keamanan dan pencurian identitas, perlindungan dan keamanan informasi perbankan sangat penting untuk menanamkan kepercayaan kepada konsumen, sehingga bank harus menyusun rencana strategis yang sesuai untuk memastikan keamanan data keuangan semua pelanggan mereka.

  1. Peningkatan berlanjut dari gangguan teknologi – FinTech

Para ahli tidak mengantisipasi teknologi keuangan baru (FinTech) untuk mengambil pangsa pasar yang substansial dari industri perbankan secara keseluruhan, tetapi hal itu menimbulkan tantangan strategis yang signifikan bagi industri mengingat pembatasan biaya baru-baru ini dan perjuangan pertumbuhan. FinTech adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk menggantikan beberapa penawaran paling menguntungkan dari bank tradisional seperti nasihat keuangan, alternatif pinjaman, pemrosesan pembayaran, dan transfer uang. Selain itu, FinTech mencakup inovasi yang sangat mengganggu seperti mata uang kripto, yang mengancam fondasi industri perbankan secara keseluruhan. Ketika perusahaan-perusahaan FinTech terus berinovasi dan menantang status quo industri perbankan, mungkin ada gelombang adopsi konsumen yang akan membuat industri semakin terancam bahaya. Cari bank untuk melakukan manuver strategis untuk menangkal persaingan dari FinTech, seperti membangun produk kompetitif di dalam perusahaan atau mengakuisisi perusahaan-perusahaan ini untuk menambah portofolio penawaran mereka.

  1. Penggunaan dari banyak koneksi untuk mencapai pelanggan baru

Dengan meningkatnya tekanan pada akuisisi pelanggan baru di seluruh industri, bank harus menjadi lebih inovatif dalam strategi akuisisi mereka. Satu bidang yang diproyeksikan menghasilkan pengembalian investasi yang signifikan adalah pemasaran multi-saluran. Dengan menggunakan kombinasi saluran tradisional, digital, dan sosial, bank dapat memperluas jangkauan pemasaran mereka dan mengirim pesan mereka di depan kelompok pelanggan baru yang mereka harapkan akan menarik. Namun, sebelum terlibat dalam upaya pemasaran multi-saluran skala penuh, bank perlu melakukan analisis data mendalam tentang target pelanggan mereka dan bagaimana cara terbaik menjangkau mereka melalui saluran yang berbeda. Kemudian, mereka dapat mengalokasikan pengeluaran pemasaran sesuai untuk memastikan mereka akan mendapatkan pengembalian terbaik untuk dolar mereka.

Leave a reply