Era internet sudah mulai merajalela. Selain memunculkan situs-situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter, bisnis online juga mulai merambah kehidupan para netizen. Beberapa seller biasanya menjual dagangannya melalui web, blog, forum jual beli online sampai media sosial. Tak ayal, dalam waktu singkat muncul banyak anak muda yang sukses berkat bisnis online.

Atas dasar kesuksesan ‘mereka-mereka’ itulah sayapun ikut latah dan terjun di bisnis online. Dari mulai coba-coba menjual produk seperti makanan, clothing, buku bekas, aksesoris sampai elektronik semua  dilakukan bisnis pemula. Tak dapat dipungkiri sebagian besar berakhir dengan kegagalan sampai akhirnya ada juga yang menemukan segmen bisnis yang klik dan cocok.

Apa yang bisa dipelajari dari kegagalan dalam berwirausaha atau dalam konteks saya berbisnis online. Berikut adalah poin-poin yang bisa menjadi pembelajaran:

  • Tak ada visi. Benar, saat itu banyak pebisnis pemula hanya berbisnis untuk mencari cuan atau keuntungan semata. Tak ada planning atau rencana jangka panjang untuk membesarkan bisnis tersebut.
  • Minim produk. Beberapa seller memulai usaha dengan hanya menjual 2-3 item saja karena hanya produk tersebut yang laku keras. Namun dalam jangka waktu yang cukup lama, beberapa seller pun sadar dan menambah diferensiasi produk agar pelanggan memiliki banyak pilihan. Sayangnya hal itu sudah terlambat untuk menyelamatkan bisnis karna para pelanggan atau buyer pun cenderung sudah berpindah ke toko lain yang memiliki variasi barang lebih update.
  • Tidak mengawasi kompetitor. Beberapa kasus pada pebisnis pemula sering terjebak di zona nyaman dimana pembeli akan terus berdatangan. Saat itu banyak yang tidak mengawasi para kompetitor yang menjual produk serupa dengan harga lebih rendah. Nyatanya banyak dari mereka (kompetitor) yang sudah membanting harga sampai ke harga modal  dan mulai memiliki reputasi yang lebih baik dari pada toko yang tidak awas dengan kompetitor.
  • Kurang modal. Awalnya mungkin pebisnis pemula menyetok barang untuk kemudian dikirim. Namun karena keterbatasan modal, biasanya pebisnis pemula di bulan-bulan terakhir mulai berpindah menggunakan sistem dropship dimana distributor yang mengirim langsung ke customer atas nama seller.
  • Kurang mencermati perkembangan pasar. Ya, pasar selalu dinamis dan inilah kesalahan fatal beberapa seller. Banyak kasus dimana suatu produk sudah mulai ditinggalkan dan tidak dilirik lagi. Namun anehnya masih banyak seller yang masih kekeuh untuk menjualnya.
  • Manajemen keuangan yang buruk. Inilah kesalahan yang paling fatal! Pengelolaan keuangan bisnis yang tidak terarah. Seharusnya dari setiap keuntungan harus dibagi kembali  untuk tabungan, pengembangan usaha dan keuntungan pribadi. Namun kebanyakan pebisnis pemula menggunakan  100% dari profit langsung menjadi keuntungan pribadi. Tak ada tabungan, tak ada dana investasi usaha.