Mau Nikah Muda? Ini Hal Yang Harus Anda PertimbangkanMenikah muda memang masih menjadi pro & kontra bagi banyak orang. Karena menikah muda mempunyai beberapa kekurangan dan juga kelebihan. Namun jika dilihat, menikah muda lebih banyak kekurangannya. Maka dari itu menikah muda masih menjadi pro & kontra bagi banyak orang. Jika anda tetap ingin menikah muda, anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini.

Anda Perlu Waktu untuk Mengeksplor Pilihan Pendamping Hidup

Mencari pendamping hidup tidaklah mudah. Anda butuh pengalaman kencan dengan beberapa pria agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Semua wanita pasti hanya ingin menikah satu kali. Oleh sebab itu, ada baiknya menikah pada usia yang sudah matang, ketimbang buru-buru nikah muda hanya karena cinta sesaat.

Sulit Menemukan Pasangan yang Serius & Berkomitmen

Sebelum memutuskan menikah muda, pertimbangkan baik-baik apa kekasih anda sudah cukup dewasa dan bisa berkomitmen. Ingat, pernikahan bukan hanya atas dasar cinta melainkan tanggung jawab menjalani kehidupan bersama.

Oleh karena itu, jika Anda sudah merasa sangat cocok dengan pasangan, lebih baik persiapkan diri untuk kehidupan setelah menikah. Banyak bertanya dan sharing dengan keluarga serta kerabat dekat supaya punya gambaran tentang kehidupan pernikahan.

Finansial yang Stabil

Finansial atau ekonomi yang belum stabil dapat memperburuk kehidupan pernikahan. Anda harus berusaha untuk membayar tagihan listrik, rumah, dan biaya lainnya. Terlebih lagi jika Anda berdua belum memiliki karier. Maka dari itu, alangkah baiknya kalau Anda dan pasangan menabung dulu untuk masa depan.

Selain itu jaman sekarang biaya nikah itu tidak murah. Dengan begitu anda harus mengelurkan biaya setidaknya jutaan rupiah untuk acara resepsi pernikahan dan lain-lain. Dengan begitu membuat bank mempunyai peluang untuk menawarkan jasa kredit pernikahan. Akan tetapi jika anda memilih kredit pernikahan, anda masih mempunyai beban untuk melunasinya kelak.

Tanggung Jawab & Beban yang Berat

Tanyakan pada diri, apakah Anda siap menghabiskan masa muda dengan membayar semua tagihan, mengurus anak dan suami. Karena jika jawaban Anda adalah ‘tidak’, maka menikah bisa menjadi beban dikemudian hari. Tidak terburu-buru menikah, juga bisa memberikan waktu bagi Anda untuk melihat apakah pasangan anda termasuk orang yang bertanggung jawab atau tidak.

Perceraian Itu Tidak Mudah

Menurut National Center for Health Statistics, setengah dari kasus perceraian terjadi pada pasangan yang menikah muda. Umumnya, dikarenakan umur hubungan yang tidak lebih dari 10 tahun. Hal ini membuktikan bahwa pernikahan dini memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi. Perceraian pun butuh banyak pengeluaran serta penyesalan mendalam.

Stres yang Berkepanjangan

Jika belum siap menghadapi kehidupan pernikahan, Anda bisa mengalami stres yang berkepanjangan. Beberapa hal yang dapat menimbulkan pertengkaran sehingga menyebabkan Anda stres adalah masalah keuangan, keluarga dan kerabat, hingga masalah pengurusan anak. Beban pikiran yang terlalu berat bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental. Jadi, pertimbangkan dengan matang mengenai keputusan Anda untuk menikah.

Menyesal di Kemudian Hari

Anda pasti tidak ingin menyesal di kemudian hari. Membina kehidupan rumah tangga tidak semudah menjalani hubungan ketika masih pacaran. Tidak bisa dipungkiri, tanggung jawab dan beban setelah menikah lebih berat daripada saat Anda berstatus single. Untuk itu, sebaiknya menikahlah jika Anda dan pasangan sudah siap secara lahir dan batin.