Mohon Tunggu Sebentar

loading icon

BPR WM layinfobank2013ak berbangga, pasalnya dari 5 kali gelaran penghargaan oleh majalah Infobank bagi pencapaian Bank-Bank di Indonesia, BPR WM sudah 4 kali meraih penilaian “Sangat Bagus”. Penghargaan keempat ini dicapai atas pencapaian Kinerja Keuangan Selama Tahun 2013.

Pencapaian menggembirakan ini merupakan proyeksi dari Visi BPR WM, “Menjadi BPR yang terbaik yang berperan penting dalam mengembangkan perekonomian Jawa Tengah”. Hal ini diaplikasikan dengan senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh nasabahnya.

Leave a reply

Sadar sebagai pewaris Perusahaan  Ottobus Muncul, Rudy yang baru lulus dari kampus Universitas Tri Sakti tahun 1988 silam, rela kembali ke rumahnya di kota Solo. Ia meneruskan usaha yang didirikan oleh orang tuanya. Saat itu PO. Muncul bukan sembarang perusahaan transportasi, angkutan penumpang yang dikelola perusahaan keluarga itu sudah mempelopori layanan Cepat Terbatas (Patas) untuk rute Jakarta-Wonogiri dan Semarang- Solo.

Bahkan perusahaan yang telah dibangun sejak tahun 1950 itu terus mengibarkan layanan hingga ke pulau Sumatera. “Saya harus bekerja keras, ulet dan jujur. Karena PO Muncul telah mempelopori dalam memberikan layanan Patas,” kata Rudy saat bertandang di kantor cabang Bank Perkreditan Rakyat Weleri Makmur Surakarta, pertengahan April lalu. Sikapnya yang ia sampaikan itu menjadikan Rudy mudah menghadapi karyawan perusahaan yang karakternya beragam, termasuk budaya kerja jalanan sebagai basis bisnis transportasi yang ia kelola. Prinsip kerja keras itu ia buktikan dengan menyerahkan semua waktunya untuk konsentrasi memonitor dan mengelola  secara rinci operasional angkutan setiap hari. “Nyaris tak punya waktu untuk libur,” kata Rudy mengawali cerita menjalankan bisnis transportasi milik keluarganya. Rudy merupakan  putra tunggal dari sang pendiri perusahaan, tentunya tak mudah mengelola  perusahaan transportasi yang selama ini dikenal sering berhadapan dengan dunia jalanan itu. Ia pun mengalami pahit getir menjalankan perusahaan yang mengandalkan sektor bahan bakar minyak dan kebutuhan mobilitas publik. Tak jarang Rudy harus menghadapi resiko minimnya penghasilan di saat Bahan Bakar Minyak  (BBM) sedang naik.

Tantangan bahan bakar yang naik itu bukan satu-satunya yang harus ia hadapi, apa lagi usaha transportasi yang ia kelola saat ini dibatasi dengan usia kendaraan atau umur pemakaiannya, sehingga harus terus diremajakan de-ngan kendaraan baru. Situasi sulit usaha tinggalan sang ayah ini masih di tambah  dengan membanjirnya kendaraan pribadi dan banyaknya sepeda motor untuk angkutan jarak jauh. Dalam situasi seperti itu, Rudy bersama PO. Munculnya tak pernah patah semangat. Ia pun harus membuat terobosan sistem operasional yang dijalankan berdasarkan  situasi pasar transportasi umum.

Tak jarang Rudy pun harus menjalankan unit busnya hanya50 persen dari 60 armada antar kota antar provinsi yang ia kelola. Baginya, usaha transportasi saat ini mengalami banyak tantangan, meski PO Muncul sendiri diakui punya penumpang militan atau pelanggan setia yang selalu menggunakan armada miliknya. Pahit getir bersama usaha warisan itu, Rudy punya prinsip tersendiri dalam menjalin komunikasi dengan para karyawan. Baginya komunikasi dan mendekatkan karyawan merupakan  bagian yang tak terpisahkan. Konsep itu ia jalankan meski di antara mereka merupakan  pekerja senior dan memulai karir sejak perusahaan yang didirikan orang tuanya  dirintis.

 

 

Leave a reply

Jauh waktu sebelum Eka Soelistya malang melintang ia bekerja ikut orang lain kemudian mendirikan PT. Eka Griya Lestari, ia telah punya kegiatan membudidayakan rumput Manila dan tanaman hiasnya. Salah satu jenis usaha agri itu dibudidayakan di lahan seluas 5 hektare di kawasan Jangli.  Saat itu mengelola usaha sambil sekolah, berbarengan dengan mengelola akuarium air laut dan ikan hias. “Saat itu nilai jual tanah lebih rendah di bawah rumput Manila,” kata Eka. Tepatnya tahun 1973 harga tanah per meter hanya Rp 5 ribu, sedangkan rumput yang ia budidayakan mencapai Rp 7.500 per meter. Ia pun terus mengembangkan lahan hingga mencapai 9 hektare, kemudian menjual ke pengembang asal Jakarta yang hendak mendirikan perumahan di atas lahan miliknya. “Namun perusahaan itu menjual kembali dan karena tersandung masalah kerja sama.” kata Eka mengenang.

Kini tanah bekas miliknya yang telah dijual itu jadi perumahan Grand Candi Gold. Ia sendiri menginvestasikan uang hasil penjualan tanahnya dengan cara membeli di kawasan Beringin kecamatan Ngaliyan  dan memulai mengembangkan perumahan lewat PT Eka Griya Lestari yang didirikan setelah meninggalkan pekerjaannya di Groupnya Toko Ada Swalayan.

Meski tak mudah untuk mengawali usaha properti ini, tak jarang Eka harus menanggung risiko kenaikan bahan baku oleh nilai tukar rupiah yang anjlok pada tahun 1998. Namun berkat keuletannya, kini menjadi salah satu nasabah di BPR Weleri Makmur itu terus mengembangkan usahanya. Dengan prinsip berwirausaha untuk kemaslahatan orang banyak dan menciptakan sesuatu yang tak ada menjadi ada itu, Eka juga membocorkan kunci suksesnya agar tak lengah saat punya penghasilan tinggi. “Bekerja sambil terus belajar, kerja keras dan hidup tak neko-neko,” kata Eka saat mengakhiri perbincangan bersama tim WMagz, awal bulan Februari lalu. ***

 

Leave a reply

expansi

Sebagai salah satu BPR yang berkembang pesat dan mampu bersaing di dunia perbankan, maka di awal tahun ini, tepatnya tanggal 1 Maret 2014 BPR WM kembali membuka kantor cabang baru di kota Sragen. Perekonomian yang terus berkembang di kota Sragen menjadi salah satu alasan pembukaan kantor cabang baru tersebut.

Pembukaan kantor cabang yang terletak di jl. Sukowati 386C tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bapak Hendrardi selaku Direktur PT. BPR Weleri Makmur, dan juga pemberian santunan kepada anak-anak yatim serta pemberian sumbangan ke panti asuhan.

Leave a reply

BPR WM segedung-pusat-barubagai salah satu lembaga keuangan yang selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, dimana mempunyai visi menjadi BPR terbaik yang berperan penting dalam mengembangkan perekonomian Jawa Tengah, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan kenyamanan kepada nasabah dalam bertransaksi.

Upaya tersebut direalisasikan dengan diperluasnya kantor pusat dengan tujuan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah, yang menempati ruko Gayamsari no.17-20 Jl. Majapahit, Semarang. Dengan dibukanya kantor pusat yang lebih luas dan lebih nyaman, diharapkan akan lebih memperkuat Brand Image perusahaan sebagai salah satu BPR terbesar di Jawa Tengah.

Leave a reply
Open chat
Chat dengan kami disini!
BPR WM
Hallo, ada yang bisa kami bantu?