BPR WM Bantu Adi Bangkit dari Kebangkrutan

Kebangkrutan bukan hal yang dicita-citakan setiap pengusaha. Namun ketika hal itu terjadi, pilihannya hanya dua : menyerah pada keadaan atau kembali bangkit.

Basuki Adi Nugroho memilih untuk bangkit kembali setelah usaha produksi rotinya mengalami kebangkrutan. Namun proses untuk memulai segalanya dari nol bukan hal yang mudah. Saat akan mengajukan pinjaman modal misalnya, Adi mendapat penolakan dari sejumlah bank yang meragukan kemampuannya membayar angsuran.

“Dalam kondisi seperti itu, hanya BPR WM yang mau meminjami modal. Maka ketika usaha saya sukses seperti sekarang, itu juga berkat bantuan dan kepercayaan dari BPR WM. Jadi saya sangat berterima kasih pada BPR WM,” ujar Adi, sapaan Basuki Adi Nugroho.

Tak ingin mengalami kegagalan yang sama, Adi pun mengubah haluan bisnisnya. Dia yang semula memproduksi roti, kini lebih menekuni bisnis distribusi roti kemasan. Bekerja sama dengan berbagai pabrik roti dan produsen makanan ringan, Adi mendistribusikan produknya ke berbagai pasar di Semarang, Kendal hingga Purwodadi. Kini, Adi bisa mengantongi omset hingga Rp 900 juta per bulan.

Minim Resiko

Bisnis distribusi roti, dirasakan Adi, lebih minim resiko daripada produksi roti. Terlebih, dia memilih roti yang daya tahannya lebih lama.

Beberapa pabrikan rekanannya pun bersedia menerima kembali roti yang berjamur. Pun jika pabrik tidak menerima roti yang berjamur, roti itu bisa dijual kembali sebagai pakan ternak.

Dengan bekerja sama dengan pabrikan roti, Adi mampu memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap roti. Kualitas roti pun jauh lebih terjamin lantaran pabrik umumnya menggunakan mesin untuk berproduksi, sehingga minim sentuhan tangan manusia.

“Sentuhan tangan manusia itu ada andilnya dalam membuat roti cepat berjamur. Maka kalau produksi pakai mesin, pasti produknya lebih higienis dan tahan lama. Rasa dan kematangan juga pasti terjamin,” ujarnya.

Adi sebenarnya masih memproduksi roti namun dalam skala kecil. Setiap hari, pabrik kecilnya hanya memproduksi 7 jenis roti berlabel Sabila dan Adi Jaya. Produksinya ditujukan untuk memenuhi permintaan pelanggan lamanya. Meski demikian dia tidak berminat untuk kembali memperbesar skala produksi rotinya.

“Jadi produsen itu lebih banyak resikonya, apalagi roti adalah produk basah dan gampang berjamur. Itu juga yang menyebabkan kebangkrutan usaha saya dulu. Uang tidak didapat, justru produk kembali dalam rupa sudah berjamur, modal habis. Kalau sudah seperti ini, merk pun harus ikut ganti untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat,” kenang Adi.

Berbagi

Adi menekankan, kunci suksesnya bukan semata karena kepiawaiannya berbisnis melainkan karena kemauannya berbagi dengan karyawan dan sales yang membantunya mendistribusikan roti.

“Kalau saya mau, saya bisa saja ambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Tapi itu tidak saya lakukan. Biar saja keuntungan kecil tapi bisa berbagi dengan orang-orang yang terlibat di bisnis ini.”

Leave a reply

Semarang – Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Kudus pada musim kemarau lalu mengusik kepedulian para anggota Weleri Makmur Riders Community (WMRC). Komunitas penghobi berkendara ini pun menginisiasi penggalangan dana di antara WMers, sebutan untuk karyawan BPR Weleri Makmur.

Hasil donasi yang terkumpul lantas digunakan untuk membeli air bersih dan disumbangkan sepenuhnya kepada warga yang terdampak bencana kekeringan, November 2019 lalu.

Bukan kali itu saja. Sebelumnya, WMRC juga mengadakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Mulia Muta’alimin Semarang pada 27 Juli 2019. Kegiatan ini dilaksanakan untuk merayakan HUT WMRC ke-3 yang jatuh pada 8 Juli 2016.

“Untuk merayakan HUT WMRC ke-3 kami mengadakan road trip ke Magetan dan bakti sosial di panti asuhan, sebagai wujud syukur kami berbagi dengan sesama yang membutuhkan,” ucap Donald Lintin Yurisdwiputra, Ketua WMRC.

Touring

WMRC merupakan wadah silaturahmi karyawan BPR Weleri Makmur yang hobi mengendarai sepeda motor. Di awal terbentuknya, komunitas ini hanya berisikan 6 riders. Bersama, mereka sering mengadakan trip ke luar kota untuk menyalurkan hobi berkendara.

Seiring berjalannya waktu, anggota WMRC bertambah. Tidak hanya berisikan karyawan kantor pusat, melainkan juga karyawan dari beberapa kantor cabang BPR Weleri Makmur.

Meski bermula dari WMers, Donald mengatakan, tidak menutup kemungkinan bahwa WMRC bisa diikuti oleh suami atau istri dari WMers.

Agenda touring tak bisa lepas dari sebuah komunitas sepeda motor, pun WMRC rutin mengadakan setiap bulannya. Mengingat kesibukan mereka sebagai karyawan perusahaan, touring biasanya diadakan saat libur.

“Kami ada trip panjang dan trip pendek. Setiap bulan agendanya bergantian, kalau bulan ini trip panjang maka bulan depan trip pendek. Untuk trip pendek biasanya bisa dilakukan dalam satu hari, sedangkan trip panjang perjalanannya cukup jauh sehingga harus menginap,” terang Donald.

Sejumlah trip yang pernah mereka lakukan yakni trip ke Jogja dan Magetan (trip panjang) serta Kudus dan Posong, Temanggung (trip pendek).

Dukungan Perusahaan

Donald menyadari keberadaan WMRC tidak lepas dari peran perusahaan yang mengakui dan tak henti memberikan dukungan pada komunitas ini. Untuk itu, mewakili anggota WMRC lainnya, dia mengapresiasi dukungan yang diberikan BPR Weleri Makmur.

“Berkat dukungan dari perusahaan dan WMers, WMRC makin berkembang dan dapat melaksanakan berbagai kegiatan komunitas maupun sosial. Semoga ke depannya WMRC terus eksis dan dapat berbuat baik untuk sesama,” katanya.

Leave a reply

 

Fenomena perubahan gaya transaksi jual beli ini dikenal dengan istilah  cashless society (masyarakat tanpa uang tunai). Seperti yang terlihat, istilah  tersebut merujuk pada kondisi masyarakat yang lebih  memilih  untuk menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi barang dan jasa dibandingkan dengan uang fisik. Menurut survei yang dilakukan oleh LinkedIn  dan Ipsos Reid  pada 2015,  51 persen generasi milenial  membayangkan transaksi di masa depan akan berlangsung secara cashless. Hasil tersebut didapatkan dari  9.200 total responden pengguna internet dari  10 negara yang berbeda dan terdiri dari  generasi milenial  dan generasi X. Lalu bagaimanakah generasi milenial seharusnya bersikap dalam menghadapi perubahan gaya dalam bertransaksi ini? Menurut perencana keuangan,Eko Endarto, sebagaimana dikutip dari laman kumparan.com menguraikan tanggapannya seputar fenomena cashless society ini. Eko menyebut sistem cashless  sebenarnya memiliki  beberapa keunggulan, misalnya, transaksi yang lebih  detail, lebih  aman, serta lebih  mudah. Selain itu, perkembangan teknologi sangat mempengaruhi generasi milenial  untuk menjadi cashless. “Teknologi membuatnya mau tidak mau pasti akan lanjut, zaman mereka pasti nontunainya pasti lebih  banyak karena mereka dikasih dari  orang tua pun tidak pernah lagi sekarang tunai kan,  sudah main  transfer-transfer aja. Sejak lahir sudah ada ATM, kita  dulu  kan  belum,” ujarnya.

Meski demikian, Eko menilai fenomena cashless ini tidak berpotensi membuat generasi milenial  menjadi boros. Hanya saja, hal ini cenderung membuat milenial  menjadi tidak mengerti nilai (value) uang yang dimilikinya, karena nilai uang itu sendiri saat ini menjadi agak kabur. “Boros sih nggak, tapi  kadang-kadang mereka tidak mengerti value uangnya. Ya, jadi kadang-kadang mereka menganggap angka 100  (rupiah) sama dengan angka 100  ribu,  sama dengan 1 juta  nih, dalam hal membelanjakannya, karena nilai uangnya jadi agak kabur nih ketika kita menggunakan cashless karena kan sekadar angka, sekedar nolnya banyak, ya  kan? Dulu kan  kita  bikinnya warnanya berbeda, ada koin  ada kertas. Sekarang ya  sekadar belanja aja,”  jelas  Eko. Maka  dari  itu, Eko juga  menyarankan agar generasi milenial  tidak hanya menggunakan uang yang dimiliki untuk berbelanja saja. “Sebaiknya, selain menggunakan uang untuk belanja, mereka juga  harus punya produk investasi,” jelasnya. Eko sendiri menjelaskan kalau saat ini terdapat banyak bentuk investasi yang bisa dimiliki oleh generasi milenial dengan cukup mudah. Beberapa di antaranya seperti tabungan berjangka, bermain saham online, reksa dana, serta membeli emas. [LAU]

 

Leave a reply

CSR BPR Weleri Makmur memberikan bantuan berupa Mobil Ambulance kepada PCNU Kab. Kendal. Pada acara HARLAH NU Ke 94 di Kab. Kendal.
BPR WM berharap bantuan mobil Ambulans ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Leave a reply

Sejak didirikan 30 tahun yang lalu, BPR Weleri Makmur terus tumbuh dan menunjukkan perkembangan positif. Dari semula satu kantor kini berkembang menjadi 24 kantor pelayanan yang tersebar di 7 kota/kabupaten. Dari modal awal hanya Rp 100 juta hingga saat ini total aset telah mencapat lebih dari Rp 500 miliar. Direktur Utama BPR Weleri Makmur Kerry Thamrim mengatakan lima tahun terakhir, kinerja BPR Weleri Makmur tumbuh 15 persen, jauh di atas rata-rata industri. Jumlah nasabah mencapai 30 ribu rekening, dengan jumlah penyaluran kredit mencapai Rp 380 miliar. Pertumbuhan BPR Weleri Makmur bukan isapan jempol semata. Tahun 2019 lalu BPR Weleri Makmur masuk Top 100 BPR menurut majalah keuangan The Finance. Penilaian ini didasarkan atas kinerja dua tahunan BPR, mulai tahun 2016 – 2018, untuk BPR dengan aset di atas Rp 100 miliar. “Bukan hal yang mudah untuk bisa masuk ke jajaran Top 100 BPR, apalagi di tingkat nasional, karena penilaiannya kinerja dua tahunan. Maka pencapaian kinerja harus benar-benar konsisten,” terang Kerry. Selain itu, BPR Weleri Makmur juga kembali mendapatkan penghargaan dari analis strategi perbankan dan keuangan, Infobank, dengan predikat ‘Sangat Bagus’ untuk kategori BPR beraset Rp 250 miliar sampai dengan di bawah Rp 500 miliar. Penilaian diukur berdasarkan aspek permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas dan efisiensi. Hasil penilaiannya, kinerja BPR Weleri Makmur tahun 2018 mendapatkan nilai 91.82 dari skala 100 sehingga layak mendapatkan predikat BPR dengan kinerja ‘Sangat Bagus’. “Adanya penilaian seperti ini tentunya melecut semangat kami untuk terus mencatatkan kinerja positif. Jika tahun lalu aset kami masih di bawah Rp 500 miliar, tahun 2019 ini bisa closing di atas Rp 500 miliar,” harapnya.

Prudent Banking
Kerry mengatakan, pertumbuhan BPR Weleri Makmur tak lepas dari kemauan perusahaan menaati regulasi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulasi, di satu sisi terkesan sebagai pagar pembatas, namun di sisi lain, menurut Kerry, mencegah bank dari kerugian. “Setiap ada regulasi dari BI atau OJK selalu kami lihat sisi positifnya. Memang terkesan seperti pagar-pagar yang membatasi ruang gerak, tetapi pagar itu memang sebaiknya tidak dilompati. Ini semua demi keamanan bank yang ujungnya adalah keamanan nasabah juga,” kata Kerry. Prinsip kehati-hatian bank (prudent banking) ini pun menjadi pedoman yang dijalankan BPR Weleri Makmur semenjak awal berdiri. Keamanan bank menjadi pertimbangan utama lalu disusul kepuasan nasabah. “Harus berpikir bank aman dulu baru kepuasan nasabah. Kalau mengutamakan kepuasan nasabah lalu banknya tidak aman, maka bank tidak akan bertahan lama akhirnya nasabah juga yang dirugikan. Kalau keamanan bank terjaga, kepuasan nasabah ada maka profit akan mengikuti. Itu prinsip yang diajarkan oleh founding father kami,” tandas Kerry.

Leave a reply

Ada ungkapan yang berbunyi “bisnis terbaik adalah hobi yang dibayar”. Maka tak sedikit pengu- saha  yang memulai usahanya dari hobi. Namun cerita berbeda justru dialami oleh Taufiq Adi Bowo. Warga Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten ini memulai usaha bukan karena hobi melainkan karena kejeliannya menangkap peluang bisnis produksi telur bebek dan telur puyuh. Sebelum menjajal peruntungan sebagai peternak telur bebek, Bowo, demikian dia akrab disapa, mencari nafkah dari pekerjaan sebagai sopir truk. Setiap malam, Bowo harus begadang untuk mengoperasikan truk dan men- gangkut barang ke berbagai daerah. Dari uang hasil kerjanya, Bowo membelikan bebek petelur untuk dipelihara oleh sang ibu di kandang belakang rumahnya.

“Ternyata  hasil jual telur bebek kok sama  dengan hasil kerja saya yang tiap malam begadang jadi sopir truk. Dari situ lalu saya memutuskan untuk berhenti jadi sopir truk dan menekuni bisnis ini,” ujarnya. Pilihan Bowo untuk menekuni usaha ternak bebek terbilang nekat lantaran dia sama  sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang teknik beternak bebek petelur. Namun  dia tak kehabisan akal. Memanfaatkan kecanggi- han teknologi, Bowo belajar cara berbisnis bebek petelur via You- tube. Jika butuh  teman diskusi, dia tak segan bertanya kepada pedagang maupun peternak bebek di pasar. Sebagai peternak pemula, perjalanan bisnis Bowo tidak langsung menuai hasil. Dia sempat mengalami masa  di mana telur hasil produksinya tidak laku terjual. Lagi-lagi, dia memanfaat- kan teknologi untuk memasarkan produknya. “Saya jual telur bebek secara online, di paguyuban peternak telur bebek se-Indo- nesia. Dari situ ada  pembeli dari Semarang yang berminat dan memesan dalam jumlah besar. Sampai  sekarang kalau  ambil 3.000 butir per minggu. Yang dari Klaten juga ada  yang berminat, tapi skala  kecil saja.”Kegigihan dan semangatnya untuk berbisnis membuat usah- anya berkembang dengan pesat. Bebeknya yang semula 300 ekor, berkembang menjadi 800 ekor dan saat  ini 1.200 ekor. Semakin besar skala  usahanya, Bowo menyadari perlunya membangun kandang baru yang lebih besar. Apalagi lahan belakang rumah orang  tuanya tak lagi muat  untuk menampung unggas peliharaann- ya. Tanah sawah  milik keluargan- ya pun disulap menjadi rumah sekaligus kandang bebek.

Bunga Rendah

Biaya untuk membangun kan- dang baru tidaklah sedikit. Sedangkan omzet yang didapat Bowo harus digunakannya untuk memutar bisnis. Maka Bowo men- gajukan pinjaman di BPR Weleri Makmur cabang Klaten. Dia tertarik menjadi debitur di BPR Weleri Makmur lantaran murahn- ya suku bunga yang ditawarkan. “Bank lain rata-rata menawarkan pinjaman dengan bunga di atas 1 persen. Sedangkan BPR Wel- eri Makmur justru menawarkan bunga di bawah 1 persen. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengajukan pinjaman. Alham- dulillah prosesnya mudah dan cepat. Pinjaman pertama saya Rp 150 juta disetujui dan cair dalam waktu  kurang dari seminggu. Jadi saya bisa langsung membangun kandang baru,” ujarnya. Berkat pinjaman modal dari BPR Weleri Makmur, Bowo bisa membangun kandang baru dan merambah bisnis produksi telur puyuh. Bisnis ini dimulainya per awal tahun ini setelah melihat peluang menjanjikan dari penjua- lan telur puyuh. Prediksi Bowo ternyata tepat. Telur puyuh produksinya banyak diminati  pembeli dari luar daer- ah. Setiap minggu, Bowo harus menyediakan 25 ribu butir telur puyuh untuk dikirim ke pelang- gannya di Semarang.

Modal awalnya sebanyak 3.000 ekor puyuh, kini berkembang menjadi 10 ribu ekor hanya  dalam beberapa bulan. Dalam  sebulan, setidaknya Bowo mengantongi omzet Rp 6-7 juta dari penjualan telur bebek,  di tambah Rp 8 juta dari penjualan telur puyuh. Belum lagi pemasu- kan dari penjualan daging  bebek dan puyuh yang masuk  masa afkir. Tak heran,  dalam waktu  6 bulan  saja, usahanya sudah balik modal. Meski tidak mengawali usaha dari hobi, namun Bowo telah me- nemukan bakat terpendamnya sebagai pengusaha telur bebek dan puyuh. Dan hal ini tidak akan dia ketahui andai saja dia tidak pernah mencoba bisnis ini. [LAU]

Leave a reply

Sebagai kepala keluarga, Yuli Tri Hendro Susilo merasa berkewajiban untuk menyediakan hunian  yang nyaman bagi keluarga kecilnya. Sayangnya,  impian  Yuli mewujudkan rumah untuk anak istrinya harus terkendala karena pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) ditolak bank. Tak tanggung-tanggung, tiga kali mengajukan KPR, tiga kali pula dia ditolak.

Enam tahun berselang namun Yuli tidak pernah tahu  apa  alasan 3 bank tersebut menolak pengajuan KPR-nya. Rasa kecewa sempat menggelayuti benak mantan pengusaha air minum dalam kemasan (AMDK) ini. Namun  dia tidak mau berlarut-larut dalam lautan kekecewaan. Sebaliknya, penolakan itu justru melecut semangatnya untuk berbisnis perumahan.

Ide bisnisnya  ini bisa dibilang cukup  nekat karena Yuli sama  sekali tidak  mempunyai pengalaman apapun soal bisnis properti. Modal untuk menjalankan bisnis ini pun hanya  uang tabungan sebesar Rp 150 juta yang tadinya akan  digunakannya sebagai DP rumah. Beruntung dia mendapat dukungan dari seorang teman yang bekerja di bank. Melalui sang teman, Yuli mendapatkan pinjaman Rp 200 juta. Namun  jumlah itu dirasanya masih kurang untuk membangun perumahan. Maka, dengan langkah pasti, Yuli mendatangi kantor BPR Weleri Makmur Cabang Klaten

Dia tahu, BPR Weleri Makmur bisa memberikan pinjaman dengan plafon hingga  Rp 2 miliar. “Awalnya saya tidak yakin pinjaman saya akan  disetujui karena bisnis saya belum berjalan. Tapi ternyata BPR Weleri Makmur mempercayai saya dan malah memberikan pinjaman sebesar Rp 500 juta. Kepercayaan ini membuat saya semangat agar  makin berhasil di bisnis ini,” ujar warga  Belang wetan, Klaten Utara  ini. Dengan modal di tangannya, Yuli membangun proyek perumahan pertamanya, Bumi Asri Residence 1 di daerah Bramen, Klaten. Perumahan ini terdiri dari 6 unit rumah tipe 45. Dalam  waktu kurang dari 2 tahun,  perumahan yang dibangun Yuli terjual habis. Sukses dengan proyek pertamanya, Yuli kemudian membangun perumahan lainnya, Bumi Asri Residence 2 dan Bumi Asri Residence 3. Keduanya  dibangun di daerah Ngawen, Kabupaten Klaten. Sama seperti proyek sebelumnya, kedua proyek ini masing-masing rampung dalam waktu  2 tahun. “Semua ini bukan  karena kemampuan saya sendiri tapi juga berkat dukungan BPR Weleri Makmur. Kalau waktu  itu BPR Weleri Makmur menolak rencana bisnis saya, entah bagaimana sekarang,”  katanya.

Modal Percaya

Pengalaman dan insting bisnis Yuli sebagai pengusaha properti terus  terasah seiring berjalannya waktu. Baginya, bisnis properti adalah bisnis yang mudah dan minim resiko. Dia pun makin mengetahui, bahwa berbisnis properti tidak melulu butuh modal yang besar. “Modal terbesar adalah membangun kepercayaan dengan orang  lain, juga peduli kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan. Niscaya suatu  saat  kita akan  dibantu oleh orang  lain,” ujarnya. Selama berbisnis properti, Yuli pun tidak pernah mendapatkan kendala berarti. Prosedur perizinan yang terkesan berbelit pun tidak pernah menghambat bisnisnya. “Asal semua syarat kita penuhi,  kita kooperatif pada aturan, pihak pemerintah pun tidak punya  alasan untuk menunda perizinan kita,” ujarnya.

Yuli juga makin peka  dalam mengenali potensi keuntungan setiap wilayah. Oleh karena itu, proyeknya tidak selalu berupa perumahan. Terkadang dia hanya menjual tanah kavling saja. “Ada wilayah yang lebih menguntungkan kalau  kita jual kavling saja, ada  juga yang lebih menguntungkan jika kita jual rumah. Harus pandai-pandai melihat situasi dan kondisi setiap wilayah, juga paham rencana tata ruang  wilayah (RTRW) yang dikeluarkan oleh pemerintah. ”Lantaran bisnisnya  ini, Yuli yang memiliki pengalaman ditolak perbankan, kini justru sering diajak  bekerjasama oleh pihak bank. Meski demikian, dia justru bersyukur atas  pengalaman yang kurang mengenakkan tersebut. “Jika dulu pengajuan saya diterima, mungkin  saya tidak akan seperti sekarang. Maka semua patut disyukuri. Tidak ada kerja keras  yang sia-sia,” katanya. Meski telah sukses menjalankan bisnis properti, ternyata Yuli belum  juga memiliki rumah seperti yang diimpikannya 6 tahun lalu. “Kalau mau, saya bisa saja mengambil satu rumah di tiap proyek yang saya bangun. Tapi saya tidak ingin tinggal di rumah yang tidak sesuai  dengan keinginan saya. Saat ini saya masih berproses mewujudkan rumah impian  saya.” [LAU]

Leave a reply

Bagi Hj Uriyah, sukses membutuhkan waktu dan kesabaran. Jauh sebelum usahanya berkembang seperti saat  ini, dia hanyalah penjual sate  kambing Memiliki warung  membuat usahanya makin mudah dijangkau oleh pembeli. Pembelinya pun bukan  hanya  penduduk kampung sekitar melainkan juga pelancong dari luar Kendal seperti Batang, Semarang, dan Pekalongan, yang ingin merasakan sate  kambing hasil bakarannya. Salah seorang pembeli, Sutarno mengatakan, kelebihan sate kambing buatan Uriyah terletak pada potongan dagingnya yang besar, proses pembakaran yang membuat tingkat kematangan daging  merata dan empuk, serta harga per porsinya yang terjangkau di kantong. Seporsi sate  kambing yakni Rp 40 ribu dan Rp 25 ribu per porsi untuk gule atau tongseng.. Setiap hari, selama 10 tahun,  Uriyah mendorong gerobak, menyusuri jalan-jalan kampung dan menawarkan dagangannya. Berkat kerja keras  dan kegigihannya, Uriyah mampu membeli sebidang tanah dari seorang warga. Di tempat ini, dia mendirikan warung  sate  kambing muda  Raja Murah dan tak lagi berkeliling kampung.

Konsistensinya mempertahankan ukuran,  cita rasa dan harga sate bakarannya membuat warungnya tak pernah sepi pembeli. Untuk memenuhi permintaan konsumen, Uriyah harus menyiapkan 7 ekor kambing per harinya. Jumlah itu bisa bertambah jika ada  pesanan kambing untuk aqiqah dan menjelang Idul Adha. Uriyah pun tak lagi mampu bekerja seorang diri. Usahanya yang kini menginjak usia tiga dasawarsa ini, dia mempekerjakan 10 orang  karyawan, yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga.

Melihat  usahanya yang terus berkembang, Uriyah menyadari kebutuhannya akan  dana tambahan yang akan  digunakan untuk merenovasi warung maupun memperbesar modal. Dia pun memilih  BPR Weleri Makmur sebagai mitra untuk mengembangkan usahanya. Pucuk dicinta  ulam pun tiba. Melihat  kegigihan Uriyah dalam mengelola usahanya, BPR Weleri Makmur, yang memang memiliki visi untuk  mendorong perekonomian sektor  UKM di Jawa Tengah, tak ragu mengucurkan pinjaman dana demi pengembangan modal usaha Uriyah.

Kepala Kantor BPR Weleri Makmur Cabang Weleri, Karno, berharap kucuran kredit yang diberikan kepada Uriyah dapat dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya untuk memperbesar skala usahanya. Hj Uriyah merasa beruntung menjadi nasabah BPR Weleri Makmur. Selama dua tahun ini, dia pun merasakan pelayanan terbaik yang diberikan BPR Weleri Makmur kepadanya. “Saya senang karena banyak dibantu BPR WM. Saling memahami tanggung jawab  masing-masing dan saling mengingatkan lah,” katanya. [LAU]

Leave a reply

Apakah kamu sudah memiliki tabungan? Jika tidak, mulailah menabung dari sekarang? Menyimpan memiliki banyak manfaat positif untuk kehidupan yang dapat membantu Anda jika Anda benar-benar membutuhkan uang.

Seseorang tidak bisa menyangkal, uang adalah sesuatu yang sangat diperlukan di era seperti sekarang. Semua kebutuhan hidup butuh uang. Seperti membeli pakaian, kebutuhan konsumsi, kebutuhan fashion dan bisa juga untuk membeli rumah. Untuk ini, Anda harus bisa bergerak sebaik keuangan Anda mulai sekarang.

Kenapa saya harus menabung dari sekarang ? Banyak manfaat datang dari tabungan atau menabung uang sejak dini, berikut adalah manfaat tabungan untuk kehidupan masa depan Anda.

  1. Dana Pendidikan

Keuntungan menabung pertama adalah bisa Anda manfaatkan untuk biaya pendidikan nantinya. Bagi Anda yang ingin melanjutkan studi Anda di masa depan, menabung adalah salah satu cara terbaik untuk membiayai sekolah Anda selanjutnya. Atau jika Anda tidak ingin melanjutkan pendidikan, bisa digunakan untuk pendidikan anak Anda yang memiliki keluarga. Karena pada saat seperti ini, biaya pendidikan semakin meningkat setiap tahunnya di Indonesia.

  1. Investasi Pasar Saham

Agar bisa berinvestasi, Anda pasti butuh uang untuk memulai. Dengan menabung, Anda bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin sebelum memulai investasi jenis apa pun, seperti saham, properti, emas, dll.

  1. Untuk kebutuhan mendesak

Jika Anda sedang terburu-buru dan tidak memiliki cukup uang untuk mengatasi situasi mendesak, Anda bisa menggunakan uang itu untuk menghemat keadaan darurat. Jika sudah punya tabungan sendiri, Anda bisa menggunakannya kapan saja.

  1. Dana Pensiun

Bagi Anda yang menabung dengan ketekunan, Anda juga bisa memanjakan diri di masa depan. Bila Anda bangkrut atau tidak punya uang sama sekali, Anda bisa mengandalkan tabungan Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda. Begitu juga jika ada sesuatu yang ingin Anda beli, tapi uang Anda tidak cukup? Anda bisa menggunakan uang itu di tabungan Anda.

Dengan begitu banyak manfaat untuk menabung, orang tua harus mengajari anak mereka untuk menabung. Karena dengan menabung, kita bisa mendidik anak untuk menjadi lebih kuat dan lebih tahan terhadap kehidupan keras orang dewasa nantinya. Ini adalah artikel pertama saya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Leave a reply

Saat berbicara tentang investasi untuk masa depan maka tidak akan pernah ada habisnya. Akan tapi jika ditanya seberapa pentingnya infestasi untuk masa depan itu? Ya, jelas, pasti sangat penting. Selain itu, kita tidak akan pernah tahu bahwa masa depan kehidupan ini akan seperti apa, semakin banyak kebutuhan semakin banyak meningkat.

Dalam perencanaan keuangan pribadi, setiap orang bisa merencanakan bagaimana mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Tujuan keuangan yang disebutkan di sini mencakup semua hal yang ingin Anda beli atau miliki. Misalnya, seorang karyawan muda ingin memiliki mobil pribadi dan rumah pribadi dalam beberapa tahun ke depan. Setiap orang bisa memiliki tujuan keuangan yang berbeda.

Semua orang ingin mencapai tujuan keuangan yang telah ditentukan. Di tengah tingginya inflasi dan tingginya harga barang saat ini, investasi adalah satu-satunya cara untuk mencapai kebebasan finansial. Penting untuk menemukan investasi yang menguntungkan untuk memenuhi kebutuhan Anda dan mengaturnya secara teratur. Salah satu yang dapat anda lakukan adalah berinvestasi pada deposito.

Tidak sulit untuk menjelaskan mengapa deposito layak dijadikan pilihan investasi, terutama bagi investor pemula. Produk perbankan unik ini menawarkan return yang bagus, tanpa resiko terlampaui. Juga dikenal sebagai “penghemat waktu”, investasi ini mengharuskan seseorang untuk menyimpan uang di bank – tanpa menarik diri – selama periode waktu tertentu. Sebagai gantinya, bank menjanjikan pembayaran bunga untuk jangka waktu ini, biasanya lebih besar daripada bunga biasa dari rekening tabungan.

Tidak seperti rekening tabungan biasa yang perhitungan suku bunga dibuat setiap hari dan umumnya dibayarkan pada akhir bulan, perhitungan suku bunga deposito yang mungkin diterima nasabah lebih mudah karena periode dan tingkat suku bunga tetapnya. Bagaimana apakah anda tertarik untuk segera memulai infestasi dari muda dengan deposito??

Leave a reply